Kamar mandi atau toilet yang akan digunakan jamaah haji Indonesia saat puncak haji di Mina, Makkah, Arab Saudi, Selasa (19/5/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencopot penanda yang dipasang secara sepihak oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di sejumlah tenda Arafah.
Selain tindakan tegas tersebut, Kemenhaj juga menegur pihak syarikah yang membiarkan tempelan itu terpasang. Sejumlah tenda yang dikelola syarikah Rakeen maupun Duyuful Bait didapati memiliki tempelan nama kloter dan tulisan KBIHU.
Pada kertas yang ditempel di pintu masuk tenda, pihak KBIHU bahkan mencantumkan logo syarikah agar terkesan sebagai penempatan resmi.
"Yang melakukan pengavlingan ini adalah KBIHU. Mereka memilih tenda sendiri tanpa sepengetahuan dari Kementerian Haji dan Umrah. Yang tidak tertib tolong ditegur," kata Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak saat meninjau tenda Arafah bersama sejumlah delegasi Amirul Hajj di Makkah, Kamis (21/5/2026).
Menurut dia, tindakan KBIHU yang mengavling tenda-tenda secara sepihak tersebut sangat merugikan calon jamaah haji. Ia merujuk pada evaluasi penyelenggaraan tahun sebelumnya, ketika perilaku serupa menyebabkan banyak calon jamaah haji tidak mendapatkan fasilitas tenda.
sumber : Antara

2 hours ago
2
















































