Kemenkes Bongkar Rahasia Waras Hadapi Pertanyaan 'Horor' Keluarga Saat Lebaran

4 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menekankan pentingnya menetapkan batasan saat berkumpul bersama keluarga pada momen mudik dan Lebaran. Langkah ini diperlukan untuk memaksimalkan manfaat kebersamaan tanpa menimbulkan stres yang dapat mengganggu kesehatan mental.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, dr. Imran Pambudi, MPHM, menyatakan bahwa mudik bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan transisi sosial dan emosional yang intens. Pengalaman ini kaya akan aspek emosional dan budaya, sehingga berdampak besar pada kesehatan jiwa individu. “Mudik idealnya memperkaya, bukan menguras,” kata Imran di Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Menurut Imran, persiapan sebelum berangkat menjadi kunci utama. Masyarakat perlu menata harapan realistis dan menetapkan batasan, seperti menentukan durasi kunjungan yang wajar, memberi tahu keluarga jika membutuhkan istirahat, serta menyiapkan aktivitas bersama yang menyenangkan agar reuni lebih bermakna.

Selama perjalanan, rencana yang fleksibel dapat mengurangi tekanan akibat kemacetan atau keterlambatan. Teknik pernapasan singkat atau latihan grounding disarankan sebagai cara cepat menenangkan diri ketika kecemasan meningkat.

Perhatian khusus juga diperlukan terhadap anak-anak. Imran menyarankan menetapkan aturan penggunaan layar sebelum berangkat, menyiapkan aktivitas offline, serta mengunduh konten edukatif untuk perjalanan. Memberi anak pilihan kecil terkait waktu penggunaan gadget dapat membuat mereka merasa dihargai tanpa mengorbankan kontrol orang tua, sehingga suasana lebih tenang dan interaksi keluarga lebih berkualitas.

Mudik sering membawa campuran perasaan: rindu hangat, harapan kebersamaan, sekaligus kecemasan terkait perjalanan panjang dan dinamika keluarga. Antrean lalu lintas tidak hanya menguras fisik, tetapi juga emosi dan kesabaran. Saat tiba di kampung halaman, reuni yang seharusnya menyenangkan kadang membuka luka lama atau menimbulkan tekanan akibat ekspektasi keluarga yang tinggi.

“Harapan keluarga yang terlalu tinggi sering menjadi sumber stres tersendiri. Namun, komunikasi jujur dan hangat dengan bahasa tegas serta penuh empati dapat mengubah tekanan menjadi kesempatan mempererat hubungan,” ujar Imran.

Setelah kunjungan, penting meluangkan waktu untuk pulih, seperti tidur cukup, berjalan santai, atau berbicara singkat dengan teman guna menata kembali emosi.

Di balik tantangannya, mudik menyimpan manfaat nyata bagi kesehatan jiwa. Berkumpul dengan keluarga dan sahabat memberikan dukungan sosial mendalam. Pelukan, tawa bersama, dan percakapan hangat dapat menurunkan tingkat stres serta meningkatkan suasana hati.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|