Kementerian ESDM Kaji Potensi PLTS di Sepanjang Tol Trans-Jawa

2 hours ago 4

Kementerian ESDM kaji pengembangan PLTS sepanjang Tol Trans-Jawa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengkaji rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sepanjang ruas Tol Trans-Jawa. Kajian ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk menyukseskan program nasional PLTS berkapasitas 100 GW.

Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memerintahkan studi untuk menghitung potensi kapasitas yang bisa dihasilkan dari pemasangan panel surya di sepanjang jalan tol tersebut. “Nanti pengembangan ke depan, kemarin kami minta untuk kaji kalau sepanjang tol Jawa itu kira-kira dapat berapa (kapasitas PLTS) sih,” ujar Tri di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis.

Tri merujuk pada model sukses pemasangan PLTS di pinggir Tol Bali Mandara. Ia memastikan bahwa proses pengkajian untuk proyek ambisius di Pulau Jawa ini akan segera dimulai pada tahun ini.

Tantangan Teknis dan Rencana Eksekusi

Salah satu fokus utama dalam kajian ini adalah aspek keselamatan dan teknis, terutama terkait faktor angin kencang di sepanjang jalan tol. Menurut Tri, kondisi angin akan sangat memengaruhi desain peletakan dan posisi panel surya yang akan dipasang. Aspek-aspek krusial tersebut akan menjadi bagian integral dari studi yang dilakukan.

Mengenai target realisasi, pemerintah memperkirakan eksekusi fisik proyek ini baru dapat dimulai paling cepat tahun depan. “Tahun ini kan sudah Agustus. Jadi tahun depan dieksekusi,” tegas Tri.

Program Nasional PLTS 100 GW

Di tempat terpisah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa peresmian tahap pertama program PLTS 100 GW akan dilakukan di Bali oleh Presiden Prabowo Subianto. Bahlil juga memastikan bahwa proyek strategis ini telah masuk dalam revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 milik PLN.

Pengembangan PLTS 100 GW diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Program ini berpotensi menekan impor energi dengan nilai substitusi mencapai 14,4 miliar dolar AS hingga 28,9 miliar dolar AS. Selain itu, proyek ini juga diperkirakan berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga 26,6 miliar dolar AS.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|