Kapal induk USS Abraham Lincoln saat berlayar di Selat Hormuz di dekat Iran pada 2019.
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Eyal Zamir, memperkirakan bahwa AS akan melancarkan serangan militer terhadap Iran dalam waktu dua minggu hingga dua bulan. Demikian dilaporkan media lokal pada Ahad seperti dikutip Middle East Monitor.
“Ini adalah periode ketidakpastian,” kata Zamir seperti dikutip Radio Angkatan Darat dalam pertemuan penilaian situasi.
Zamir mengatakan, ia yakin bahwa serangan AS terhadap Teheran akan terjadi dalam waktu dua minggu hingga dua bulan.
Radio tersebut mengatakan bahwa serangan AS terhadap Teheran tidak diharapkan dalam beberapa hari mendatang. “AS tidak berbagi segalanya dengan Israel dan mengecualikannya dari proses pengambilan keputusannya,” kata penyiar tersebut.
Media tersebut mengatakan bahwa Israel khawatir Presiden AS Donald Trump dapat mencapai kesepakatan dengan Iran mengenai program nuklirnya tanpa memasukkan rudal balistik Iran.

1 month ago
24

















































