Ketika Abu Hurairah Mengganjal Perutnya dengan Batu dan Rahasia Hikmah di Baliknya

4 hours ago 3

Ilustrasi Sahabat Nabi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— "Demi Allah, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia. Aku pernah menempelkan perutku ke tanah karena lapar, bahkan pernah mengikat batu di perutku karena rasa lapar."

Begitulah pengakuan Abu Hurairah RA dalam hadis sahih yang diriwayatkan Imam al-Bukhari.

Kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Namun, di baliknya tersimpan gambaran nyata tentang kehidupan para sahabat Nabi SAW.

Mereka bukan hidup dalam kemewahan, melainkan sedikit yang merasakan lapar berhari-hari, hidup serba kekurangan, bahkan tidak memiliki tempat tinggal maupun penghasilan tetap.

Namun, kemiskinan tidak pernah mengurangi kecintaan mereka kepada Rasulullah SAW dan perjuangan mereka untuk menegakkan Islam.

Salah satu kisah yang paling menyentuh adalah peristiwa ketika Abu Hurairah menahan lapar, lalu Allah memperlihatkan keberkahan melalui tangan Rasulullah.

Suatu hari, Abu Hurairah sangat kelaparan hingga tubuhnya lemas. Ia duduk di jalan yang biasa dilalui para sahabat.

Ketika Abu Bakar ash-Shiddiq RA melintas, Abu Hurairah bertanya tentang sebuah ayat Alquran. Bukan karena ia tidak memahami maknanya, melainkan berharap Abu Bakar menangkap isyarat bahwa dirinya sedang lapar dan mengajaknya makan. Namun, Abu Bakar tidak memahami maksud tersebut.

Tidak lama kemudian Umar bin al-Khaththab RA melewati jalan yang sama. Abu Hurairah kembali bertanya tentang ayat Alquran dengan harapan serupa. Akan tetapi, Umar pun tidak menyadari keadaan yang sedang dialaminya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|