Presiden Donald Trump memantau operasi militer AS di Venezuela, bersama Direktur CIA John Ratcliffe (kiri) dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio (kanan) di Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida, Sabtu, 3 Januari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Sejumlah tokoh agama Katolik terkemuka di Amerika Serikat pada Senin (20/1/2026) mengeluarkan pernyataan yang sangat mengkritik kebijakan luar negeri Washington.
Mereka menyoroti peran moral Pemerintah di kancah internasional yang menjadi pertanyaan. Hal ini dengan merujuk pada krisis di Ukraina, Venezuela, dan Greenland.
Pernyataan yang ditandatangani Uskup Agung Chicago, Kardinal Blase Cupich, Uskup Agung Washington Kardinal Robert McElroy, dan Uskup Agung Newark Kardinal Joseph Tobin, menyatakan negara ini sedang mengalami perdebatan terdalam dan terberat mengenai dasar moral tindakan Amerika di dunia sejak berakhirnya Perang Dingin.
New York Times mengomentari langkah tersebut dengan mengatakan, kritik para kardinal terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump merupakan eskalasi dari kritik yang dilontarkan Gereja Katolik terhadap para pemimpin tinggi Amerika Serikat.
Ketiga kardinal tersebut menyinggung perkembangan terkini di Venezuela, Ukraina, dan Pulau Greenland dan mengatakan hal itu menimbulkan pertanyaan mendasar tentang penggunaan kekuatan militer.
Mereka menyerukan apa yang mereka sebut sebagai politik luar negeri yang benar-benar etis, di mana tindakan militer digunakan sebagai pilihan terakhir dalam situasi ekstrem, bukan sebagai alat politik nasional yang biasa.
New York Times mencatat kedua penulis pernyataan tersebut tidak menyebutkan negara-negara yang dimaksud, tetapi konteks umum mengacu pada ancaman Presiden Trump untuk menguasai Greenland dengan kekuatan.

1 month ago
18
















































