Komisaris PLN, Ali Masykur Musa saat berkunjung ke ke Masjid Raya Baiturrahman, Jawa Tengah, Rabu (18/3 - 2026)./Ist
Harianjogja.com, Semarang— Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, PT PLN (Persero) memastikan kesiapan sistem kelistrikan pada objek-objek vital, termasuk tempat ibadah. Hal ini ditunjukkan melalui kunjungan Komisaris PLN, Ali Masykur Musa, ke Masjid Raya Baiturrahman, Jawa Tengah, Rabu (18/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Komisaris PLN didampingi Direktur Distribusi PLN, Arsyadani Ghana Akmalaputri, serta General Manager PLN UID Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi. Rombongan PLN disambut langsung oleh Multazam Ahmad, selaku Ketua Bidang Takmir Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah.
Multazam Ahmad mengapresiasi atas perhatian PLN dalam memastikan keandalan listrik, khususnya menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri. Keandalan listrik dinilai sangat penting untuk mendukung kelancaran aktivitas ibadah, mulai dari Salat Tarawih, tadarus, hingga malam takbiran. “Kami sangat mengapresiasi langkah PLN yang turun langsung memastikan kesiapan kelistrikan. Bagi kami, listrik yang andal sangat penting agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar dan jamaah merasa nyaman,” ungkap Multazam Ahmad.
Komisaris PLN, Ali Masykur Musa, menegaskan PLN berkomitmen menjaga keandalan listrik, khususnya di lokasi-lokasi prioritas seperti masjid yang menjadi pusat kegiatan masyarakat. “Masjid merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri. PLN memastikan pasokan listrik dalam kondisi andal agar masyarakat dapat beribadah dengan nyaman dan khusyuk,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan PLN dalam mendukung malam takbiran sebagai puncak perayaan masyarakat. “Setelah satu bulan penuh umat Muslim menjalani ibadah puasa dengan penuh kesungguhan atau ‘ngenthung’, malam takbiran menjadi momen kebahagiaan yang dirayakan bersama. Saya minta seluruh jajaran PLN memberikan dukungan penuh agar masyarakat dapat merayakan malam takbir dengan aman, nyaman, dan tanpa gangguan kelistrikan,” ujarnya.
Direktur Distribusi PLN, Arsyadani Ghana Akmalaputri, menambahkan bahwa PLN telah menyiapkan sistem pengamanan berlapis pada objek vital, termasuk tempat ibadah besar.
“PLN menyiapkan sistem pengamanan berlapis, mulai dari pasokan utama hingga cadangan, serta menyiagakan personel untuk memastikan keandalan listrik tetap terjaga,” jelasnya.
Secara nasional, PLN telah menetapkan masa siaga Ramadan dan Idulfitri pada 12–31 Maret 2026 dengan kondisi sistem kelistrikan dalam status normal. Total kapasitas pembangkit mencapai 53.833 MW dengan proyeksi beban puncak 46.160 MW, sehingga terdapat cadangan daya sebesar 7.673 MW atau sekitar 16,6%. Sementara pada Hari H Idulfitri, cadangan daya diproyeksikan meningkat hingga 48,4%.
Untuk menjaga keandalan tersebut, PLN menyiagakan 72.053 personel, didukung 3.700 posko siaga, serta berbagai peralatan pendukung seperti 2.005 genset, 773 UPS, dan 1.349 gardu bergerak.
Sementara itu, di wilayah Jawa Tengah, PLN menyiagakan 3.888 personel serta pengamanan lokasi prioritas seperti tempat ibadah, guna memastikan layanan kelistrikan tetap optimal selama periode siaga.
General Manager PLN UID Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah preventif, termasuk inspeksi jaringan dan pengamanan suplai listrik di lokasi prioritas. “3.888 personel siaga telah kami tempatkan di titik-titik strategis, termasuk tempat ibadah, untuk memastikan layanan tetap andal selama masyarakat menjalankan ibadah hingga Hari Raya Idulfitri,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































