Kendaraan pemudik terjebak kemacetan di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM KM 150, Mekarjaya, Jawa Barat, Jumat (5/4/2024). Pada H-5 Lebaran 2024 arus lalu lintas di Tol Trans Jawa itu mulai terjadi kepadatan volume kendaaraan yang melintas. - Antara - Aprillio Akbar
Harianjogja.com, BATAM—Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mematangkan skema rekayasa lalu lintas di jalan tol untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Pengelolaan arus kendaraan tahun ini akan diperkuat dengan pemanfaatan teknologi digital berbasis data real time.
Kepala Korlantas Polri, Agus Suryonugroho, menegaskan kesiapan jajarannya dalam mengelola lalu lintas, khususnya saat puncak arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Korlantas Polri menggunakan teknologi digital dalam manajemen rekayasa lalu lintas, mulai dari alih arus, penjagaan, contraflow, hingga penerapan one way nasional,” ujar Agus dalam keterangannya, Minggu.
Parameter Contraflow Berbasis Traffic Counting
Agus menjelaskan, penerapan contraflow tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan parameter yang terukur. Salah satu indikator utama adalah jumlah kendaraan per jam yang terpantau melalui radar serta sistem traffic counting.
“Jika dalam satu jam berturut-turut volume kendaraan mencapai 4.500 hingga 5.000 unit, maka akan diberlakukan contraflow satu lajur,” jelasnya.
Sementara itu, apabila kepadatan meningkat hingga menyentuh angka sekitar 6.400 kendaraan per jam, Korlantas akan menerapkan contraflow dua lajur untuk mengurai kemacetan.
One Way Nasional Berdasarkan Data Real Time
Selain contraflow, Korlantas juga menyiapkan skema one way nasional maupun one way sepenggal. Kebijakan ini akan diberlakukan berdasarkan pembaruan data lalu lintas secara real time dari berbagai perangkat pemantau.
“Kami akan menerapkan one way nasional atau sepenggal berdasarkan update terbaru dari teknologi pemantau arus lalu lintas, baik melalui drone presisi maupun radar yang terpasang di jaringan jalan tol,” katanya.
Agus menambahkan, apabila traffic counting menunjukkan lonjakan kendaraan yang sangat tinggi meski contraflow dua lajur telah diterapkan, maka opsi one way nasional akan segera diberlakukan.
Negara Hadir Jamin Mudik Aman dan Lancar
Menurut Agus, pendekatan berbasis teknologi menjadi kunci dalam memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026. Korlantas, kata dia, tidak hanya mengandalkan imbauan, tetapi bekerja berdasarkan sistem data yang terintegrasi.
“Korlantas Polri hadir bekerja menggunakan teknologi dan update traffic counting secara real time agar mudik dan balik berjalan lancar dan aman,” tegasnya.
Ia juga menekankan kehadiran negara dalam menjamin keamanan masyarakat, baik dari sisi kriminalitas maupun kelancaran arus lalu lintas selama musim mudik.
“Negara hadir untuk memastikan aman dari sisi kriminalitas dan lancar dalam arus lalu lintas,” pungkas Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara


















































