
Pembukaan Kotabaru Heritage Festival 2023./Ist
Harianjogja.com, JOGJA— Pengalaman menonton film di Jogja bakal dibuat berbeda lewat Kotabaru Heritage Film Festival (KHFF) 2026. Festival film berbasis warisan budaya yang digelar Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja ini menghadirkan konsep Becak Drive-In Cinema hingga penampilan Sawung Jabo & Sirkus Barock.
KHFF 2026 berlangsung pada 17-19 September 2026 di Pasar Terban dan Gedung PDIN, Terban, Jogja. Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, festival ini kembali membawa film ke ruang kota sekaligus menghidupkan kawasan cagar budaya melalui kegiatan kebudayaan yang relevan dengan masyarakat saat ini.
Kepala Disbud Kota Jogja Yetti Martanti mengatakan festival tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menghidupkan kawasan cagar budaya. Film dipilih karena dinilai dapat menjadi medium yang dekat dengan generasi baru.
"Film menjadi medium yang strategis karena tidak hanya mendokumentasikan warisan budaya, tetapi juga membuka ruang bagi generasi baru untuk mengenal, menafsirkan, dan membicarakannya kembali," kata Yetti dalam Taklimat Media KHFF 2026 di The Prajan Hotel & Villas, Jogja, Kamis (10/9/2026).
Menurut Yetti, sinergi antara heritage, film dan ruang kota penting untuk menjaga kawasan cagar budaya agar tetap hidup serta memiliki makna bagi masyarakat.
Becak Jadi Tempat Duduk Penonton
Salah satu program unggulan KHFF 2026 adalah Becak Drive-In Cinema dalam rangkaian Jelajah Kotabaru. Program tersebut sekaligus menjadi agenda pembuka festival pada 17 September 2026 di Pasar Terban.
Konsepnya cukup berbeda dari pemutaran film pada umumnya. Puluhan becak tenaga listrik akan digunakan sebagai tempat duduk penonton untuk menyaksikan film Para Perasuk (Levitating) karya Wregas Bhanuteja.
Wregas juga dijadwalkan hadir dalam sesi Director Talks. Dalam sesi tersebut, ia akan membahas proses kreatif dan gagasan di balik karyanya.
Selain program pemutaran film, KHFF 2026 menyiapkan sejumlah kegiatan lain, seperti workshop, talks, hingga aktivasi ruang publik.
KHFF EduScreen Sasar Pelajar dan Komunitas
Festival tahun ini juga menghadirkan program baru bernama KHFF EduScreen. Program tersebut menyasar pelajar, mahasiswa dan komunitas.
Peserta yang mendaftar akan mendapatkan akses gratis ke sejumlah program pilihan festival serta fasilitas pendukung. Kehadiran program ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan KHFF yang mempertemukan film dengan berbagai kelompok masyarakat.
Konsep besar KHFF 2026 sendiri berangkat dari gagasan bahwa heritage bukan sekadar peninggalan masa lalu yang bersifat statis. Warisan budaya terus bergerak, berubah dan dimaknai kembali sesuai persoalan masyarakat saat ini.
Karena itu, festival memadukan heritage, film dan ruang kota melalui berbagai program yang berlangsung selama tiga hari.
Kantata Takwa dan Sawung Jabo Tutup Festival
Rangkaian KHFF 2026 akan berlanjut hingga malam penutupan pada 19 September 2026. Pada malam tersebut, KHFF akan memutar film Kantata Takwa melalui program Heritage in Indonesian Cinema.
Setelah pemutaran film, festival ditutup dengan penampilan Sawung Jabo & Sirkus Barock.
Pertemuan film Kantata Takwa dan Sawung Jabo tersebut menjadi bagian dari upaya KHFF mempertemukan film, musik, memori kolektif dan lintas generasi dalam satu perayaan kebudayaan.
Melalui rangkaian tersebut, KHFF 2026 tidak hanya menghadirkan pemutaran film, tetapi juga menghubungkan karya sinema dengan ruang kota dan warisan budaya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































