Para guru dan siswa Sentra Pendidikan Timika foto bersama Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka (tengah) didampingi Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa (kiri) dan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong (kanan) saat berkunjung ke sekolah itu , Selasa (21/4/2026). ANTARA - Marselinus Nara
Harianjogja.com, TIMIKA — Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke kawasan pendidikan berpola asrama, Sentra Pendidikan Timika di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Kehadiran orang nomor dua di Indonesia itu disambut antusias oleh para siswa dan tenaga pendidik.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres didampingi sejumlah pejabat daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa dan Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk.
Rombongan meninjau langsung aktivitas belajar mengajar di dalam kelas, sekaligus melihat kondisi sarana dan prasarana pendukung pendidikan, termasuk fasilitas asrama yang menjadi bagian penting dari sistem pendidikan di kawasan tersebut.
Kunjungan ini menjadi momen berharga bagi siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga menengah atas. Banyak di antara mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berinteraksi langsung dan mengabadikan momen bersama Wapres.
Kepala SMA Negeri 5 Sentra Pendidikan, Martinus Wenda, mengungkapkan rasa bangga atas kunjungan tersebut. Ia menyebut kehadiran Wapres menjadi pengalaman yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh seluruh warga sekolah.
Menurutnya, momentum ini diharapkan dapat membuka perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan pendidikan di wilayah Papua Tengah, khususnya terkait peningkatan fasilitas.
“Kami berharap ada dukungan nyata, seperti renovasi asrama maupun perbaikan sarana belajar yang masih membutuhkan peningkatan,” ujarnya.
Sentra Pendidikan Timika sendiri merupakan kompleks pendidikan berbasis asrama yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Mimika sejak 2010. Lembaga ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan bagi masyarakat dari berbagai suku asli Papua, termasuk Amungme dan Kamoro, serta sejumlah suku lainnya.
Dengan sistem asrama, sekolah ini menjadi solusi bagi siswa dari wilayah terpencil agar tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak. Untuk jenjang SMA, tercatat terdapat lebih dari 500 siswa yang mengikuti kegiatan belajar.
Salah satu siswa, Alfons Fatarewa, mengaku sangat senang bisa bertemu langsung dengan Wakil Presiden. Ia menyebut kunjungan tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan dan memotivasi dirinya untuk terus belajar.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi peningkatan kualitas pendidikan di Papua Tengah, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam pemerataan akses pendidikan hingga ke wilayah terpencil di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara

















































