Livin by Mandiri memantapkan perannya sebagai solusi finansial digital yang memudahkan langkah maju nasabah, sekaligus menjadi penggerak utama akselerasi digital perbankan Bank Mandiri.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencetak laba bersih Rp15,4 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 16,6 persen secara tahunan di tengah tekanan ekonomi global yang belum reda. Kenaikan laba ditopang pertumbuhan kredit yang masih ekspansif. Hingga Maret 2026, penyaluran kredit mencapai Rp1.530 triliun atau naik 17,4 persen (yoy), hampir dua kali lipat dibandingkan laju industri.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, penyaluran kredit diarahkan ke sektor produktif agar berdampak langsung ke ekonomi riil.
“Fokus tersebut menjadi fondasi dari gerakan Bank Mandiri, yaitu bergerak berdampak, di mana gerakan ekspansi bisnis dilakukan secara terarah, produktif, dan integratif,” ujar Riduan dalam paparan kinerja secara daring, Selasa (21/4/2026).
Menurut dia, pembiayaan difokuskan pada sektor yang menyerap tenaga kerja sehingga ikut menjaga perputaran ekonomi di daerah. Dengan begitu, ekspansi bisnis tidak berhenti pada pertumbuhan angka, tetapi ikut menopang daya tahan ekonomi masyarakat.
Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp1.675 triliun atau tumbuh 21,1 persen secara tahunan. Porsi dana murah yang tetap dominan membantu menekan biaya dana.
Kualitas aset juga terjaga. Rasio kredit bermasalah (NPL) berada di level rendah, mencerminkan ekspansi yang tetap pruden.
Riduan menambahkan, perseroan akan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan risiko, sembari memperkuat dukungan pada program pemerintah yang berkaitan dengan sektor riil.
sumber : ANTARA

2 hours ago
1

















































