Terjebak Superwoman Syndrome? Ini Cara Mengatasinya

2 hours ago 1

Wanita terjebak Superwoman Syndrome (ilustrasi). Istilah ini diartikan sebagai kondisi ketika perempuan merasa terdorong untuk menjadi sempurna dalam menjalankan berbagai aspek kehidupannya, tanpa mempertimbangkan kesehatan fisik dan mental.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di era modern, tidak sedikit perempuan yang terjebak dalam fenomena Superwoman Syndrome. Istilah ini diartikan sebagai kondisi ketika perempuan merasa terdorong untuk menjadi sempurna dalam menjalankan berbagai aspek kehidupannya, tanpa mempertimbangkan kesehatan fisik dan mental.

Psikolog klinis dewasa, Rahmaya Sholiha, mengatakan pandangan sosial mengenai peran ganda perempuan kerap terinternalisasi dalam diri individu. Hal ini kemudian memunculkan dorongan untuk menjadi sosok yang hebat dan sempurna di semua peran yang dijalani.

"Keinginan ini dapat menjadi tekanan yang mungkin tidak disadari, namun mengganggu proses adaptasi hingga kesehatan mentalnya," kata Rahmaya saat dihubungi Republika, Senin (20/4/2026).

Rahmaya mengungkapkan, Superwoman Syndrome dapat berdampak luas pada kesejahteraan perempuan, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Dari sisi fisik, kondisi ini dapat memicu kelelahan berlebihan, nyeri kepala, dan ketegangan otot.

Sementara itu, secara psikologis, perempuan berisiko mengalami kecemasan, stres, hingga depresi. "Dampak lainnya juga terlihat dalam interaksi sosial, seperti menjadi sosok yang kurang hangat, dan sulit berempati," kata dia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|