Newswire Jum'at, 11 September 2026 06:27 WIB

Petugas dari tim SAR gabungan melakukan persiapan untuk melanjutkan operasi pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak di sekitar perairan Selat Sunda ketika meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau, Pandeglang, Banten pada Kamis (10/9/2026). Antara/Azmi Samsul M\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA— Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan keprihatinan atas hilangnya kontak lima jurnalis yang sedang meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Kementerian Perhubungan turut mengerahkan dukungan dalam operasi pencarian bersama tim SAR gabungan dan otoritas terkait.
"Kita sangat prihatin ya (atas lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau)," kata Menhub ditemui di Jakarta, Kamis.
Dudy mendoakan kelima jurnalis tersebut segera ditemukan oleh tim SAR gabungan. Ia juga berharap proses pencarian berjalan lancar dengan dukungan seluruh pihak terkait.
Menhub Ingatkan Bahaya Aktivitas di Sekitar GAK
Di tengah proses pencarian, Menhub mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan kegiatan di sekitar Gunung Anak Krakatau jika tidak memiliki kepentingan mendesak, terutama ketika kondisi kawasan masih belum normal.
Menurut Dudy, setiap aktivitas di wilayah tersebut perlu terlebih dahulu disampaikan kepada otoritas terkait, termasuk Syahbandar. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan keselamatan sekaligus mengantisipasi risiko yang dapat terjadi.
Kemenhub juga telah menerbitkan pemberitahuan pelayaran atau notice to mariners bagi kapal yang melintas di sekitar Selat Sunda. Seluruh operator kapal wajib mematuhi ketentuan keselamatan tersebut.
Dudy menyoroti kondisi gelombang di wilayah itu. Menurut dia, kapal kecil yang kehilangan tenaga mesin dapat terbawa arus sehingga berpotensi menimbulkan bahaya besar.
Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Mashyud mengatakan jajaran Kementerian Perhubungan ikut dalam operasi pencarian bersama Basarnas, Kepolisian Perairan, serta unsur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP).
Kemenhub, lanjut Mashyud, juga mengerahkan kapal patroli untuk bergabung dalam pencarian kelima jurnalis tersebut.
"Kita ikut sama tim SAR, Basarnas, kemudian juga ada unsur-unsur dari Polairud. Nah kita ikut juga, KPLP, ikut mencari. Kapal patroli kita ikut juga, tapi kapal besarnya yang lumayan besar untuk beberapa petugas, ya (itu kapal) Basarnas," kata Mashyud.
Pulau Sertung Belum Bisa Didatangi
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan pemantauan visual menggunakan teropong belum menunjukkan tanda-tanda ditemukannya lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Pulau Sertung.
Tim SAR gabungan bersama nelayan setempat sebelumnya sudah turun ke pulau-pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau. Namun, pencarian secara langsung di Pulau Sertung belum dapat dilakukan karena PVMBG menyatakan kawasan tersebut masih rawan dan masuk radius 3 km dari Gunung Anak Krakatau.
"Untuk Pulau Sertung, itu memasuki radius 3 km ya, sebagaimana kita ketahui bersama data dari PVMBG menyatakan bahwa itu masih daerah rawan, tetapi kami akan tetap berupaya bagaimana kita bisa masuk ke situ dari data BMKG, data BNPB, perkiraan tindakan apa yang harus kita lakukan supaya kita bisa masuk ke situ untuk memastikan," paparnya.
Amrad menambahkan, Basarnas juga memperluas pencarian dengan menggunakan drone di Pulau Sangiang. Pencarian dilakukan menggunakan Kapal Negara Search and Rescue (KN SAR) Tetuka.
Namun, upaya tersebut belum menunjukkan hasil maksimal karena wilayah pencarian masih tertutup asap.
Lima Jurnalis Hilang Kontak Sejak 7 September
Lima jurnalis tersebut diketahui hilang kontak sejak Senin (7/9). Mereka sedang melakukan perjalanan menuju kawasan perairan Selat Sunda untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kelima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut yakni pewarta foto ANTARA Muhammad Bagus Khoirunas, Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni yang merupakan fotografer lepas, Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu.
Selain lima jurnalis, perjalanan tersebut juga diikuti dua awak kapal dan seorang pemandu yang turut berada dalam rombongan selama peliputan aktivitas di kawasan Gunung Anak Krakatau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































