Live Now! Regulator dan Pelaku Industri Kumpul Bahas Ekosistem Emas

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Pesona emas di tahun lalu sangat luar biasa dan mempertegas posisinya sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) pilihan yang tak lekang oleh waktu, terutama di tengah ketidakpastian.

Bahkan, perjalanan harga emas dalam dua tahun terakhir menunjukkan momentum yang luar biasa. Sejak awal 2024 hingga sepanjang 2025, tren penguatan konsisten membawa emas menembus rekor tertinggi sepanjang masa. Tim Riset CNBC Indonesia mencatat, harga emas mencetak rekor 50 kali sepanjang 2025.

Harga emas pada 2025 ditutup di posisi US$ 4.310,19 per troy ons atau jatuh 0,83% pada Rabu (31/12/2025). Meski turun pada akhir 2025, harga emas tetap menutup 2025 di level US$ 4.300 per troy ons. Ini adalah level yang tidak terbayangkan sebelumnya di mana emas mengawali 2025 di level US$ 2.600 per troy ons.

Lalu, bagaimana harga emas di tahun Kuda Api Ini? Seperti diketahui, adanya invasi Amerika Serikat ke Venezuela, diperkirakan membuat harga logam mulia emas akan semakin melonjak. Hal ini membuat masyarakat pun 'berburu' emas sebagai salah satu instrumen pilihan.

Untuk membedah peluang emas dan ekosistemnya di tanah air, CNBC Indonesia menyelenggarakan Gold Outlook 2026 dengan tema "Membangun Ekosistem Emas Nasional untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi 8%" pada Jumat, 30 Januari 2026 di Auditorium Menara Bank Mega

Pada acara Ini, regulator, pelaku industri terkemuka, hingga analis akan membedah lebih dalam masa depan emas dan ekosistemnya di tanah air, serta bagaimana kontribusinya pada perekonomian.

Selain itu, Gold Outlook 2026 juga akan mengulas proyeksi pasar emas pada tahun ini dari berbagai sisi, baik dari sisi pasokan dan permintaan pasar yang berujung pada proyeksi harga emas sepanjang 2026, maupun dari sisi kebijakan dalam negeri dan dinamika kondisi geopolitik dunia yang memengaruhi komoditas ini.

Adapun acara ini dibagi dalam 3 segmen, di mana segmen 1 akan dibuka dengan Keynote Speech oleh Elen Setiadi, Deputi Bidang Koordinasi Energi & Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Sementara segmen 2 akan di isi oleh Pande Putu Oka Kusumawardani, Direktur Strategi Perpajakan (DJSEF) Kementerian Keuangan RI, Tri Winarno, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Heldy Satrya Putera, Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ BKPM, Irwandy Arif, Chairman Indonesia Mining Institute, Handi Sutanto, Direktur Komersial PT Aneka Tambang Tbk, dan Harry Pancasakti, Senior Vice President Government Relation PT Freeport Indonesia.

Sedangkan segmen 3 akan diisi oleh Ferry Irawan, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Hari Gamawan, Direktur Pengembangan Lembaga Pembiayaan Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan LJK Lainnya OJK, Tirta Karma Senjaya, Kepala Bappebti, Handi Sutanto, Direktur Komersial PT Aneka Tambang Tbk, Anton Sukarna, Direktur Sales & Distribution PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk dan Damar Latri Setiawan, Direktur Utama PT Pegadaian.

Acara ini disiarkan secara langsung di CNBC Indonesia TV, Website CNBC Indonesia, dan Social Media CNBC Indonesia (Youtube, Tiktok, dan Instagram CNBC Indonesia). Gold Outlook 2026 didukung PT Pegadaian, ANTAM, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. Pantau terus cnbcindonesia.com dan CNBC Indonesia TV untuk update informasi seputar ekonomi dan bisnis.

(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|