Cyber University sebagai The First Fintech University in Indonesia hadir dengan pendidikan yang terhubung langsung dengan ekosistem industri digital.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Banyak orang mengira setelah wisuda semuanya akan berjalan mulus kirim lamaran, dipanggil interview, lalu langsung kerja. Kenyataannya tidak selalu begitu.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah pengangguran di Indonesia masih cukup besar. Pada 2025 misalnya, jumlah pengangguran mencapai sekitar 7,28 juta orang dari total angkatan kerja nasional.
Menariknya, sebagian dari angka tersebut berasal dari lulusan perguruan tinggi. BPS mencatat bahwa tingkat pengangguran terbuka untuk lulusan universitas berada di kisaran 5,25 persen, sementara lulusan diploma sekitar 4,83 persen. Bahkan secara jumlah, ada sekitar 1 juta lulusan universitas yang belum terserap ke dunia kerja.
Data ini menunjukkan satu hal penting gelar sarjana saja tidak selalu menjamin seseorang langsung mendapatkan pekerjaan. Karena itu, banyak calon mahasiswa mulai bertanya bagaimana caranya agar setelah lulus kuliah tidak menganggur?
Di era transformasi digital seperti sekarang, dunia kerja bergerak sangat cepat, terutama di sektor teknologi, fintech, bisnis digital, dan industri berbasis data. Perusahaan tidak lagi hanya melihat IPK, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman, portofolio, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

4 hours ago
3

















































