MAN 2 Yogyakarta Kukuhkan 188 Hafidz Al-Quran

13 hours ago 2

MAN 2 Yogyakarta Kukuhkan 188 Hafidz Al-Quran Suasana haru menyelimuti Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) saat MAN 2 Yogyakarta (MandaYa) mengukuhkan 188 peserta didik dalam Apresiasi Tahfidz Al-Quran, Jumat (9/1 - 2026). Ist

JOGJA—Suasana haru menyelimuti Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) saat MAN 2 Yogyakarta (MandaYa) mengukuhkan 188 peserta didik dalam Apresiasi Tahfidz Al-Qur’an, Jumat (9/1/2026). Acara ini tidak hanya menjadi momen seremoni, tetapi juga perayaan spiritual atas ketekunan para siswa menjaga hafalan Al-Qur’an dan bentuk sinergi lintas lembaga pendidikan di Yogyakarta.

Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menegaskan pencapaian para peserta didik merupakan hasil proses seleksi ketat serta pembinaan berkesinambungan. Ia menyebut tahfidz bukan capaian instan, melainkan amanah besar yang harus dijaga seumur hidup. Di tengah padatnya kegiatan akademik, para penghafal Al-Qur’an diminta terus istiqamah dalam muroja’ah dan menjadikan hafalan sebagai pedoman akhlak sehari-hari.

“Al-Qur’an harus menjadi cahaya hidup dan tercermin dalam akhlakul karimah,” tegasnya. Ke depan, ia menargetkan peningkatan kualitas dan jumlah hafalan para siswa.

Sinergi pendidikan tampak semakin kuat dengan hadirnya Rektor UPY, Prof. Dr. Ir. Paiman, M.P., yang menyampaikan kisah hidupnya sebagai anak petani yang dibesarkan dari keluarga tanpa latar pendidikan formal. Ia menekankan bahwa keteguhan, doa, dan kerja keras dapat mengubah masa depan siapa pun.

Sebagai bentuk dukungan, UPY membuka kuota 20 beasiswa khusus bagi siswa tahfidz MAN 2 Yogyakarta. UPY juga menawarkan program beasiswa luar negeri, yang memungkinkan mahasiswa menempuh studi satu tahun di UPY dan dua tahun di kawasan Asia Tenggara. Paiman turut mengajak para hafidz UPY untuk rutin berkumpul dan mendoakan keberkahan bagi civitas akademika.

Dukungan serupa datang dari Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY. Mewakili Kakanwil Kemenag DIY, Anita Isdarmini, S.Pd., M.Hum., mengapresiasi konsistensi MAN 2 Yogyakarta yang sejak 2006 menjadikan tahfidz sebagai program mandatori unggulan. Ia menegaskan bahwa menjadi hafidz bukan hanya kebanggaan, tetapi jalan untuk semakin dekat dengan Allah SWT.

Dari sisi keilmuan, Anita menyebut kemampuan menghafal Al-Qur’an berkorelasi dengan peningkatan fokus dan konsentrasi, sehingga berdampak positif pada prestasi akademik.

Momen paling menyentuh hadir saat perwakilan orang tua, Akhmad Farid, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan rasa syukur. Ia menyebut Al-Qur’an bukan sekadar hafalan, tetapi napas kehidupan dan bekal utama bagi masa depan anak-anak. Ia berharap sinergi orang tua, guru, dan madrasah terus terjalin untuk membentuk generasi yang amanah dan berkarakter kuat.

Acara ini turut dihadiri tokoh-tokoh penting, antara lain H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng. (Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta), Dr. Septian Aji Permana, M.Pd. (Wakil Rektor III UPY), para pengasuh PPTQ seperti K.H. Muhammad Abdul Faqih, K.H. Sholehudin Mansyur, S.Ag., serta jajaran Komite MAN 2 Yogyakarta yang dipimpin Drs. Nur Abadi, M.A.

Pada kesempatan itu, K.H. Muhammad Abdul Faqih dari PPTQ Roudlotul Huffadz Lopait Tuntang Semarang juga memberikan tausiyah. Ia menyebut seorang hafidz 30 juz dapat memberi syafaat kepada 10 anggota keluarganya di akhirat. “Al-Qur’an adalah mukjizat yang menjaga umat, bukan hanya di akhirat, tetapi juga di alam kubur,” tuturnya.

Ia menambahkan, negeri yang memiliki anak-anak penghafal Al-Qur’an akan diberkahi Allah SWT, sebagaimana Mekkah, Madinah, dan Palestina.

Melalui apresiasi kepada 188 santri yang telah menghafal hingga 22 juz, MAN 2 Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai madrasah yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam pembinaan spiritual. Dari madrasah ini diharapkan lahir generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak, dan siap menjadi pemimpin masa depan. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|