Peta Penguasaan Yaman per Juli 2025.
REPUBLIKA.CO.ID, HADRAMAUT— Abu Dhabi mengumumkan pada Selasa (30/12/2025) kemarin bahwa mereka telah memutuskan atas kemauan sendiri untuk menarik pasukan yang tersisa di Yaman dan mengakhiri partisipasi mereka dalam misi “perang melawan terorisme”.
Pengumuman ini terjadi sebelum berakhirnya batas waktu 24 jam yang ditetapkan oleh Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Rashad al-Alimi, yang didukung Arab Saudi.
Mengutip Aljazeera, Kamis (1/1/2025), Meskipun Yaman dan UEA belum mengkonfirmasi dimulainya penarikan pasukan, laporan media menunjukkan Abu Dhabi telah mulai menarik pasukannya dari semua lokasi yang mereka tempati di Hadramaut dan Shabwah di Yaman timur, sementara sumber lain menunjukkan bahwa tidak ada indikasi penarikan pasukan yang nyata di lapangan.
Dalam wawancara dengan Aljazeera Net, Salah Batis, anggota Dewan Syura dan anggota komite persiapan Dewan Terpadu Provinsi Timur di Yaman, menegaskan informasi yang tersedia menunjukkan penarikan pasukan Emirat secara nyata dari beberapa lokasi di Hadramaut, termasuk daerah Rabwa, bandara Al-Rayyan, kamp Al-Rayyan, dan fasilitas Al-Daba.
Dia menambahkan di sisi lain, ada kehadiran Uni Emirat Arab yang masih ada di lokasi lain, termasuk kamp penting di Shabwah yang dikenal sebagai Kamp Marah, fasilitas Balhaf, serta kehadiran di Aden yang kemungkinan besar berada di pangkalan Al-Anad.

1 month ago
27

















































