Menggali Makna Halalbihalal

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Halalbihalal sudah menjadi tradisi yang bernuansa religius-sosial, setidaknya di Indonesia. Kebiasaan itu mengekspresikan kebahagiaan setelah menjalani hari-hari yang penuh berkah Ramadhan. Umat Islam diliputi rasa syukur, keinginan untuk saling maaf-memaafkan, dan sama-sama berintrospeksi diri.

Dari mana mulanya istilah halalbihalal? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), halalbihalal berarti ‘hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan, biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium, aula, dan sebagainya) oleh sekelompok orang.’ Halalbihalal sepadan maknanya dengan silaturahim.

Ungkapan halalbihalal berasal dari kalimat berbahasa Arab, halalun bi halalin. Artinya, ‘saling menghalalkan.’

Maknanya, seseorang yang melakukan halalbihalal ingin menyampaikan kepada orang lain kira-kira sebagai berikut. “Kesalahan Anda atas saya sudah saya halalkan sehingga tidak ada lagi salah Anda kepada saya. Karena itu, harapan saya demikian adanya agar kesalahan saya mohon dimaafkan.”

Ibarat skor, dengan melakukan halalbihalal semuanya kembali “nol-nol.” Kembali kepada keadaan kosong, tabula rasa.

Idul Fitri memang momen yang tepat untuk melakukan halalbihalal. Hari Raya Idul Fitri bermakna kembalinya diri kepada kemanusiaan yang wajar, sebagaimana dahulu seseorang lahir di dunia sebagai bayi yang suci dari dosa-dosa.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|