Merasa 'Hampa' Padahal Semua Baik-Baik Aja? Mungkin Kamu Lagi Ngalamin Ini

3 hours ago 2

Wanita mengalami emotional burnout (ilustrasi). Berbeda dengan kelelahan fisik yang biasanya hilang setelah beristirahat, emotional burnout adalah keadaan lelah mental yang mendalam. Ia tidak datang secara tiba-tiba dengan ledakan emosi yang dramatis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pernah nggak kamu bangun pagi setelah tidur selama delapan jam penuh, namun tetap merasa seolah energi nggak pernah terisi kembali? Atau mungkin, hal-hal kecil yang dulunya memberikan kedamaian seperti membaca buku atau sekadar menyeduh kopi kini terasa seperti beban kerja tambahan yang menjemukan?

Jika iya, jangan buru-buru menyalahkan diri sendiri karena merasa malas. Bisa jadi, kamu sedang terjebak dalam kondisi yang disebut sebagai emotional burnout atau kelelahan emosional. Berbeda dengan kelelahan fisik yang biasanya hilang setelah beristirahat, emotional burnout adalah keadaan lelah mental yang mendalam. Ia tidak datang secara tiba-tiba dengan ledakan emosi yang dramatis.

Sebaliknya, ia merayap pelan, masuk ke celah-celah rutinitas harian, dan perlahan-lahan membuat kamu merasa terputus dari diri sendiri serta kehidupan di sekitar. Pelatih kecerdasan emosional sekaligus pendiri dan CEO dari The Elegance Advisor, Taylor Elizabeth, berbagi pandangan mengenai fenomena ini. Menurutnya, kelelahan emosional sering kali muncul dengan cara yang tak terduga.

"Kelelahan emosional yang kita alami sering kali tidak terduga. Ia tidak selalu berisik atau dramatis. Lebih sering daripada tidak, hal itu terjadi perlahan melalui perubahan halus pada kondisi emosional, tingkat energi, dan bagaimana seseorang menjalani aktivitas sehari-hari," ujar Elizabeth dikutip dari laman Hindustan Times pada Ahad (22/3/2026).

Masalah utama dari burnout emosional adalah betapa mudahnya kita mengabaikan tanda-tanda awalnya. Kita sering kali meyakinkan diri sendiri bahwa kita hanya sedang sibuk, hanya butuh kopi lebih banyak, atau sedang menjalani pekan yang panjang, dengan harapan bahwa akhir pekan akan memperbaiki segalanya. Namun, ketika pola ini terus berulang, itu adalah alarm bahwa burnout sudah di depan mata.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|