REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- MG Motor Indonesia menyambut positif rencana pemerintah menyiapkan insentif bagi 100 ribu unit mobil listrik pada tahun ini. Namun, MG masih menunggu kejelasan teknis pelaksanaannya.
Pabrikan asal Inggris yang telah diakuisisi China tersebut menilai kebijakan ini menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap pengembangan industri kendaraan listrik di dalam negeri, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinilai masih dinamis.
“Detailnya kan baru 100 ribu, 200 ribu. Tapi implementasi akan seperti apa, kemudian di titik mana yang akan disubsidi, itu yang kami butuhkan, agar bisa dikaji lebih dalam lagi. Namun, dengan berita (insentif) ini kami senang ya, selaku-pelaku di industri mobil pasti senang sekali,” ujar Manajer Produk MG Motor Indonesia Eko Fachruroji pada media test drive di Bandung, Rabu (6/5/2026).
Saat ini, menurut Fachru, pelaku industri, tak terkecuali MG, masih menunggu kejelasan lebih lanjut terkait mekanisme dan kriteria pemberian insentif yang tengah dikaji pemerintah.
“Namun, memang kami menunggu terkait operasionalnya. Artinya, karena sempat juga disebutkan ada beberapa kriteria seperti misalnya baterai. Mungkin akan dapat insentif yang full nikel, atau nanti juga mungkin yang LFP mungkin dapat, tapi porsinya berbeda,” katanya.
Meski demikian, produsen menilai skema insentif penuh seperti yang diterapkan sebelumnya masih menjadi opsi yang lebih efektif untuk mendorong adopsi kendaraan listrik secara lebih luas.
“Kalau menurut kami, yang pas pastinya (skema insentif) tahun lalu ya. Artinya tahun lalu itu kan 100 persen dikasih insentif,” ujar Fachru.
sumber : Antara

1 hour ago
3

















































