Harianjogja.com, BANTUL—Identitas pria yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Gumuk Pasir Kretek, Bantul, mulai terungkap seusai kepolisian memastikan korban merupakan Herlan Matrusdi, mantan pengurus Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) DKI Jakarta yang dikenal luas di lingkungan olahraga berkuda nasional.
Kepolisian hingga kini masih mendalami penyebab kematian korban. Jenazah Herlan Matrusdi saat ini berada di RS Bhayangkara untuk menjalani proses otopsi sebagai bagian dari penyelidikan.
Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan aparat telah memeriksa saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian.
“Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi. Saat ini jenazah masih berada di RS Bhayangkara dan direncanakan akan dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya,” jelasnya, Kamis (29/1/2026).
Ketua Pordasi DIY, Harsoyo, membenarkan bahwa Herlan Matrusdi merupakan figur lama di tubuh Pordasi. Meski berasal dari Jakarta, korban dikenal aktif dan lama berkecimpung dalam kepengurusan tingkat pusat.
“Beliau orang lama di Pordasi, dikenal oleh hampir seluruh insan olahraga berkuda di Indonesia. Meski saya tidak tahu persis apakah masih menjabat saat ini, tetapi namanya sangat dikenal,” ujarnya.
Harsoyo mengaku pihaknya terkejut atas kabar duka tersebut karena tidak ada informasi sebelumnya mengenai agenda korban di Jogja.
“Kami juga kaget. Tidak ada informasi sebelumnya soal agenda beliau di Jogja,” katanya.
Hingga kini, Polres Bantul masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian Herlan Matrusdi. Kasus ini masih berada dalam tahap penyelidikan dan belum disimpulkan adanya unsur tindak pidana.
Sebelumnya, warga Parangtritis dikejutkan penemuan sesosok mayat laki-laki dengan kondisi penuh luka di area Gumuk Pasir Grogol IX, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Rabu pagi (28/1/2026), yang langsung memicu penyelidikan aparat kepolisian.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 07.30 WIB ketika seorang warga tengah mencari rumput di sekitar gumuk pasir. Dari kejauhan, saksi melihat sosok laki-laki tergeletak di semak-semak dan sempat mengira korban hanya tertidur. Setelah didekati, korban tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan dan tampak mengalami sejumlah luka.
Hasil pemeriksaan Inafis Polres Bantul menunjukkan korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan kedua kaki menekuk. Korban mengenakan celana pendek hitam, kaos dalam putih, serta kaos kerah biru yang tersingkap. Pada tubuh korban terdapat sejumlah luka, mulai dari lebam di sekitar kedua mata, luka di pelipis kanan sepanjang sekitar 4 sentimeter, luka di pangkal hidung, lebam di sekitar mulut kiri, luka sobek pada daun telinga kiri dan kanan, rahang kiri bengkak, hingga lebam di bagian leher depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

















































