Mobil Listrik Pertama Suzuki Dikit Lagi Rilis di RI, Sekali Cas 500 Km

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersiap mencatatkan sejarah baru di Indonesia dengan meluncurkan mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) pertamanya pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Peluncuran ini dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat dan menjadi strategi besar dalam merespons dinamika pasar otomotif nasional.

Deputy Managing Director Sales and Marketing 4W Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra mengonfirmasi, Suzuki akan memperkenalkan produk elektrifikasi penuh pada awal tahun ini.

"Kami informasikan, bahwa nanti awal tahun kami akan meluncurkan elektrifikasi penuh," ujar Dony di dalam Suzuki Media Gathering, dikutip Jumat (30/1/2026).

Ia menambahkan, pengumuman resmi akan dilakukan dalam hitungan hari.

"Jadi mengenai informasinya sebentar lagi tanggal 5, nggak sampai 1 minggu, kami meminta rekan-rekan untuk bersabar, kami akan memberikan informasi lebih lanjut," ujarnya.

Meski belum diumumkan secara gamblang, model yang dimaksud kuat mengarah pada Suzuki e-Vitara, mobil listrik strategis global pertama Suzuki. Model ini sebelumnya telah diperkenalkan di pasar internasional dan direncanakan mulai dipasarkan di sejumlah negara, termasuk India, Eropa, dan Jepang, sebelum akhirnya masuk ke Indonesia pada awal 2026.

Dony belum bersedia membeberkan detail spesifikasi, harga, maupun skema pemesanan mobil listrik tersebut.

"Berkaitan detail, booking sudah berapa harga dan bagaimana, nanti akan kami sampaikan pada waktu yang kita tentukan," katanya.

Di pasar global, Suzuki e-Vitara ditawarkan dengan dua opsi baterai lithium-ion berkapasitas 49 kWh dan 61 kWh. Mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga sekitar 500 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh untuk varian baterai terbesar. Suzuki juga menegaskan bahwa sistem baterainya telah diuji pada berbagai kondisi ekstrem, mulai dari suhu sangat dingin hingga panas tinggi, sebagai bagian dari pengembangan kendaraan global.

Masuknya e-Vitara ke Indonesia akan melengkapi portofolio elektrifikasi Suzuki yang selama ini masih didominasi teknologi mild hybrid, seperti pada Fronx, Ertiga, dan XL7. Suzuki menegaskan, perusahaan tidak akan bertumpu pada satu teknologi saja dalam transisi menuju kendaraan ramah lingkungan.

"Saya ingin informasikan kembali secara strategi, Suzuki melakukan penerapan multipathway, tidak hanya Indonesia tapi juga di global," ujar Donny.

Langkah Suzuki menghadirkan BEV di Indonesia juga tidak terlepas dari upaya perusahaan memperkuat kinerja bisnis setelah mencatatkan penurunan penjualan sepanjang 2025. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ritel Suzuki pada 2025 tercatat sebanyak 64.838 unit, turun dari 69.392 unit pada 2024. Meski demikian, pangsa pasar Suzuki tetap bertahan di level 7,8%.

Dony menyebut penurunan tersebut sejalan dengan kondisi pasar otomotif nasional yang mengalami koreksi, sekaligus perubahan preferensi konsumen. Pergeseran tren dari MPV ke SUV turut berdampak pada performa model lain seperti Ertiga, yang penjualannya mengalami penurunan signifikan.

"Sebetulnya tidak bisa dimungkiri bahwa ada kaitannya dengan pergeseran minat dan tren market itu sendiri, dari MPV biasa menjadi SUV, sehingga kondisi ini dialami oleh product kami," kata Donny.

(dce)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|