Mudik Lebaran 2026, Ini 46 Titik Macet Jateng-DIY

3 hours ago 1

Mudik Lebaran 2026, Ini 46 Titik Macet Jateng-DIY Barisan kendaraan yang didominasi roda empat mengular di Pertigaan Kranggan, Bokoharjo atau di selatan Candi Prambanan, Sleman, Jumat (12/4/2024). Polda DIY memprediksi puncak arus kendaraan pada Minggu (14/4/2024).Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono

Harianjogja.com, JOGJA—Pemudik yang melintas di wilayah Jawa Tengah dan DIY saat Lebaran 2026 perlu meningkatkan kewaspadaan. Puluhan titik rawan macet serta belasan lokasi berpotensi banjir dan longsor telah dipetakan pemerintah.

Kepala BBPJN Jateng-DIY Moch Iqbal Tamher mengatakan titik rawan kemacetan mayoritas berada di kawasan pasar, perlintasan sebidang kereta api, simpang padat, serta akses keluar-masuk tol.

"Seluruh titik sudah kami petakan. Personel dan peralatan kami siapkan agar potensi hambatan arus mudik bisa diminimalkan," katanya, Minggu.

Ia menjelaskan jalur pantura menjadi koridor paling krusial karena menampung kendaraan jarak jauh dari arah barat ke timur, termasuk kendaraan logistik dan bus antarkota.

Beberapa lokasi yang menjadi perhatian di antaranya berada di wilayah Semarang, Demak, Brebes, Tegal, Banyumas, Klaten, hingga Sragen.

23 Titik Rawan Bencana

Selain kemacetan, BBPJN juga mengidentifikasi 23 titik rawan bencana, terdiri atas 14 titik rawan banjir dan 9 titik rawan longsor.

Untuk titik rawan banjir, sejumlah ruas yang menjadi perhatian antara lain Jalan Kaligawe Semarang, ruas Sayung di perbatasan Kota Semarang–Demak, Jalan Walisongo, serta ruas Kendal di jalur Pantura.

Potensi genangan juga teridentifikasi di ruas Pemuda Brebes, Prupuk–batas Kabupaten Tegal/Banyumas, Sidareja–Simpang 3 Jeruklegi, Sampang–Buntu, Klampok–Banjarnegara, Lingkar Selatan Klaten, hingga Palur–Sragen.

Ruas-ruas tersebut umumnya berada di dataran rendah atau wilayah dengan riwayat genangan akibat hujan berintensitas tinggi maupun rob.

Sementara itu, titik rawan longsor banyak berada di jalur selatan dan wilayah perbukitan, di antaranya batas Jawa Barat–Karangpucung–Wangon, Ajibarang–Wangon, Wangon–batas Banyumas/Cilacap, Patikraja–Rawalo, hingga batas Kota Banjarnegara–Wonosobo.

Karakteristik tanah labil dan kontur perbukitan menjadi faktor utama potensi longsor di wilayah tersebut, terutama saat curah hujan tinggi.

Siagakan Unit Tanggap Darurat

Untuk mengantisipasi gangguan arus lalu lintas, BBPJN menyiagakan empat Unit Pelaksanaan Peralatan (UPP) Disaster Relief Unit (DRU) di Pekalongan, Karangjati, Buntu, dan Yogyakarta.

"Kami juga siapkan unit peralatan tanggap darurat di empat titik. Jadi kalau terjadi gangguan besar seperti banjir atau longsor, alat sudah siap digerakkan," katanya.

Peralatan yang tersedia mencakup excavator, wheel loader, motor grader, dump truck kecil dan tronton, cold milling machine, asphalt finisher, hingga truck trailer.

Selain itu, BBPJN menyiapkan material tanggap darurat seperti rangka jembatan darurat bentang 30 meter, kawat bronjong, sand bag, sheet pile, serta tambalan cepat mantap.

Dengan pemetaan dan kesiapsiagaan tersebut, pemerintah berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Jawa Tengah dan DIY dapat berjalan lebih lancar dan aman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|