Muharam dan Agenda Integritas Publik

4 hours ago 5

Oleh: Ahmad Tholabi Kharlie, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tahun Baru Hijriah mengingatkan kembali pada peristiwa hijrah Rasulullah. Sebuah peristiwa yang memiliki makna mendalam dalam sejarah peradaban Islam. Hijrah menandai lahirnya fase baru kehidupan masyarakat yang bertumpu pada kepercayaan, tanggung jawab, persaudaraan, dan penghormatan terhadap kesepakatan bersama.

Dalam perspektif sejarah, hijrah merupakan titik penting yang mengubah arah perjalanan komunitas Muslim. Dari sebuah komunitas yang menghadapi pelbagai keterbatasan di Mekah, lahir masyarakat Madinah yang tumbuh melalui tata kelola sosial yang lebih teratur, hubungan antarwarga yang lebih kokoh, serta kepemimpinan yang memperoleh legitimasi moral dari masyarakatnya.

Karena itu, hijrah selalu relevan dibaca sebagai inspirasi perubahan sosial yang berakar pada penguatan nilai dan karakter. Refleksi tersebut menemukan relevansinya dalam kehidupan kebangsaan Indonesia saat ini.

Sejumlah capaian pembangunan yang telah diraih selama beberapa dekade menunjukkan kemajuan yang patut disyukuri. Pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, pembangunan infrastruktur terus berlangsung, dan transformasi digital semakin memperluas akses masyarakat terhadap pelbagai layanan publik. Pada saat yang sama, pembangunan memerlukan fondasi integritas yang terus diperkuat.

Data Transparency International menunjukkan bahwa persepsi terhadap korupsi di Indonesia masih menjadi perhatian dalam agenda pembangunan nasional. Pada saat yang sama, pelbagai survei nasional memperlihatkan bahwa penguatan kepercayaan publik terhadap institusi politik dan pemerintahan tetap menjadi pekerjaan bersama dalam kehidupan demokrasi.

Kedua fakta tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan pada akhirnya bertumpu pada kualitas institusi dan budaya integritas yang hidup di tengah masyarakat. Ketika etika publik memperoleh tempat yang kuat, kepercayaan sosial akan tumbuh dan pembangunan memiliki fondasi yang semakin kokoh.

Dalam kajian pembangunan modern, kualitas kelembagaan sering ditempatkan sebagai faktor penting bagi kemajuan bangsa. Peraih Nobel Ekonomi, Douglass C. North (1990), menunjukkan bahwa kemajuan suatu negara sangat dipengaruhi oleh kekuatan institusi yang membentuk perilaku sosial dan ekonomi.

Pandangan tersebut kemudian diperkuat oleh Francis Fukuyama (1995) yang menempatkan kepercayaan sebagai modal sosial yang memungkinkan masyarakat membangun kerja sama secara efektif. Dalam kerangka ini, integritas publik merupakan bagian penting dari kualitas institusi yang menopang pembangunan jangka panjang.

Amanah Publik

Pengalaman sejarah Islam menunjukkan bahwa pembangunan masyarakat Madinah bertumpu pada nilai amanah. Amanah merupakan fondasi hubungan antara pemimpin dan masyarakat, antara individu dan komunitas, serta antara hak dan tanggung jawab. Nilai inilah yang kemudian melahirkan iklim sosial yang memungkinkan pelbagai potensi masyarakat berkembang secara produktif.

Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|