Politikus sayap kanan Israel Itamar ben Gvir menerobos Kompleks Masjid al-Aqsa, Kamis (14/5/2026).
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras berbagai upaya Israel yang dinilai terus melakukan Yahudisasi terhadap Masjid Al-Aqsa dan Kota Al-Quds. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim bahkan mendorong diterbitkannya fatwa khusus mengenai perlindungan Masjid Al-Aqsa dan penolakan terhadap Yahudisasi Al-Quds.
Menurut Prof Sudarnoto, Masjid Al-Aqsa merupakan salah satu tempat suci yang memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam. Selain menjadi kiblat pertama umat Islam dan lokasi peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, Al-Aqsa juga merupakan bagian dari warisan sejarah dan peradaban Islam dunia.
"Segala bentuk ancaman terhadap kesucian, status hukum, identitas historis, dan fungsi keagamaannya merupakan ancaman terhadap hak-hak keagamaan umat Islam sekaligus ancaman terhadap warisan kemanusiaan yang harus dilindungi oleh masyarakat internasional," kata Prof Sudarnoto saat dihubungi Republika.co.id, Sabtu (13/6/2026).
Ia mengaku sangat prihatin dan mengutuk berbagai tindakan Israel yang mengarah pada penghapusan identitas Islam di Masjid Al-Aqsa. Menurutnya, pembatasan terhadap jamaah Muslim, pelemahan otoritas Waqf Islam Yordania, serta upaya mengubah status historis dan hukum Masjid Al-Aqsa merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia.

2 hours ago
5















































