Netanyahu Muncul di Kafe dan Taman, Rekayasa AI? Ini Keraguan Besar dari Pakar Teknologi

4 hours ago 2

Poster bergambar PM Israel Benjamin Netanyahu terlihat diinjak massa peserta aksi solidaritas Indonesia Lawan Genosida, Dukung Palestina Merdeka di Jakarta, Ahad (12/10/2025). Massa aksi mengutuk segala bentuk genosida terhadap warga Gaza yang dilakukan Israel serta menyuarakan kemerdekaan dan gencatan senjata yang permanen di Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tampil dalam sebuah video pada Ahad (15/3/2026) kemarin.

Netanyahu terlihat sedang menikmati secangkir kopi di sebuah kafe bernama "Sataf" di tengah hutan di perbukitan Kota Sataf (Yerusalem yang diduduki).

Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk membantah rumor yang beredar mengenai pembunuhannya.

Proses verifikasi dan analisis visual terhadap detail kemunculan ini mengungkap fakta yang melampaui sekadar membantah rumor tersebut yaitu tinjauan terhadap laporan-laporan terkait kafe tersebut menunjukkan kafe tersebut dimiliki oleh tentara cadangan Angkatan Darat Israel.

Dalam rekaman video tersebut terlihat sebuah spanduk yang menampilkan bendera Israel dan angka 12, dengan tulisan dalam bahasa Ibrani "Di hadapan Anda ada usaha milik seorang tentara cadangan".

Inisiatif ini, yang diluncurkan oleh saluran televisi Israel "Keshet 12" bekerja sama dengan komedian Israel Hanuk Daum, bertujuan mendorong masyarakat agar mendukung dan memprioritaskan usaha-usaha yang dimiliki tentara cadangan Angkatan Darat Israel.

Proyek ini, menurut media Israel, bertujuan untuk mengintegrasikan kembali tentara cadangan Israel ke dalam kehidupan normal, serta memberikan dukungan kepada usaha bisnis mereka setelah lebih dari dua tahun bertempur di Gaza, sejak 7 Oktober 2023.

Meskipun Netanyahu berusaha tampil tenang dalam video yang dipublikasikan, rekaman lain menunjukkan bagaimana pengamanan ketat mengelilingi Netanyahu di dalam dan di luar kafe, akibat kewaspadaan keamanan yang tinggi akibat perang yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.

Jumlah penayangan video yang mencapai hampir 70 juta kali dan ratusan ribu interaksi mencerminkan seberapa luasnya penyebaran laporan yang menduga Netanyahu menjadi sasaran upaya pembunuhan.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|