Badai Kristin menerjang wilayah tengah dan utara Portugal, memicu banjir, tanah longsor, serta kerusakan luas pada infrastruktur, Kamis (29/1/2026). Pemerintah Portugal menggambarkan badai tersebut sebagai sebuah “peristiwa iklim ekstrem”. (REUTERS/Silvio Castellanos)
Badai itu menyebabkan sekolah-sekolah ditutup, sejumlah bangunan rusak, dan aktivitas perjalanan terganggu parah. (REUTERS/Silvio Castellanos)
Otoritas perlindungan sipil menyebut hujan lebat dan hembusan angin hingga 150 kilometer per jam memicu lebih dari 3.000 insiden terkait cuaca di seluruh negeri. Sejumlah warga dilaporkan tertimpa pohon tumbang atau puing bangunan. (REUTERS/Silvio Castellanos)
Menurut perusahaan distribusi listrik E-Redes, lebih dari 850.000 orang mengalami pemadaman listrik pada Rabu (28/1). Badan Perlindungan Sipil Portugal (ANEPC) melaporkan tiga korban jiwa berada di distrik Leiria, salah satu wilayah yang terdampak paling parah. (REUTERS/Silvio Castellanos)

















































