Oditur Militer: Motif Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS oleh Prajurit TNI Mengarah Dendam Pribadi

6 days ago 18

Pegiat HAM yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadlian mengikuti aksi Kamisan ke-902 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/4/2026). Dalam aksi tersebut mereka menuntut pengusutan tuntas kasus penyiraman air keras kepada Andrie Yunus dengan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) serta meminta pelaku diadili di pengadilan umum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Oditur Militer II-07 Jakarta Kolonel Chk Andri Wijaya mengungkapkan motif empat terdakwa prajurit TNI kasus dugaan penganiayaan terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus diduga mengarah pada dendam pribadi. Pernyataan itu disampaikan usai penyerahan berkas dan bukti kasus Andrie Yunus kepada pihak Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Kamis.

"Untuk motif, sampai dengan saat ini, yang kami dalami melalui Berita Acara Pemeriksaan (BAP), bahwa motif yang dilakukan oleh para terdakwa ini masih dendam pribadi terhadap saudara AY," kata Andri 

Meski demikian, Andri menegaskan motif tersebut belum sepenuhnya final dan akan diuji lebih lanjut dalam proses persidangan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta.

Lebih lanjut, dia juga mengakui adanya keterkaitan antara motif dendam pribadi tersebut dengan peristiwa sebelumnya yang melibatkan korban.

Peristiwa yang dimaksud adalah ketika Andrie Yunus menerobos rapat tertutup pembahasan revisi Undang-Undang TNI yang berlangsung di salah satu hotel di Jakarta pada 2025.  "Iya, ada, tapi lebih jelasnya bisa kita lihat dan dengarkan pembuktian di persidangan nanti," ucap Andri.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|