REPUBLIKA.CO.ID, LUMAJANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mengerahkan operasi darat dan udara untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Upaya gabungan ini dilakukan untuk mempercepat penanganan api yang melanda wilayah Desa Argosari, Kecamatan Senduro.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan tim gabungan telah menyiapkan berbagai langkah yang disesuaikan dengan medan dan kondisi api. Strategi yang diterapkan mulai dari pemadaman manual di darat hingga operasi udara menggunakan drone dan helikopter pengebom air.
Operasi pemadaman menghadapi sejumlah tantangan signifikan. Sumber air yang jauh, medan berat menuju titik api, vegetasi kering, serta perubahan arah angin menjadi faktor yang harus diperhitungkan dalam setiap upaya pengendalian.
Strategi Pemadaman Darat dan Udara
Di jalur darat, petugas membuat sekat bakar dan memukul api menggunakan ranting berdaun basah. Petugas pemadam juga menebang pohon di sepanjang jalur alternatif untuk mencegah api merambat ke vegetasi lain.
Sementara itu, operasi udara dilakukan melalui upaya water bombing. Pada Jumat (7/8), dua unit helikopter melakukan pengeboman air dengan sumber air dari Danau Ranu Regulo. Upaya serupa dilanjutkan pada Sabtu (8/8) untuk menekan kobaran api secepat mungkin.
Isnugroho menekankan bahwa pemantauan masih terus dilakukan mengingat kondisi api dapat berubah tergantung arah angin dan kondisi vegetasi setempat. Upaya respons ini juga dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai pihak, termasuk kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) dari Desa Ranupane dan Desa Argosari.
Kementerian Lingkungan Hidup, bersama BPBD Provinsi Jawa Timur, serta BPBD Kabupaten Malang dan Probolinggo, turut memberikan dukungan dengan mengerahkan truk tangki air yang ditempatkan di sekitar area savana.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Berdasarkan asesmen BPBD Lumajang, pihak berwenang masih mengidentifikasi penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, total area yang terbakar saat ini masih dalam proses survei dan penghitungan oleh pihak TNBTS.
BPBD Lumajang mengimbau warga, pengunjung, dan pelaku wisata untuk mematuhi aturan penutupan taman nasional. Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan aktivitas apa pun yang dapat memicu percikan api.
Masyarakat diharapkan segera melaporkan titik panas atau potensi kebakaran kepada pihak berwenang untuk memastikan respons cepat dari petugas.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 hours ago
2

















































