Para pelayat membawa peti mati selama prosesi pemakaman untuk anggota pasukan keamanan dan warga sipil yang dilaporkan tewas dalam protes pada hari Ahad, di tengah gejolak anti-pemerintah yang terus berkembang, di Teheran, Iran, 11 Januari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON— Situs berita Inggris iPeeper mengatakan Presiden AS Donald Trump menghadapi ujian sangat berbahaya awal 2026, di tengah laporan dirinya sedang mempertimbangkan opsi militer langsung terhadap Iran sebagai latar belakang protes yang meningkat di dalam negeri.
Situs tersebut menambahkan dalam analisis berita dari analis politiknya, Simon Marks, bahwa Trump memulai tahun baru dengan kecenderungan untuk melakukan tindakan militer.
Pendekatan barunya yang didasarkan pada "kekuatan menciptakan kebenaran" terlihat dalam serangan militernya terhadap Caracas yang mengakibatkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Dia menyebut presiden AS terus memamerkan kekuatannya, memberikan kode jika ada kemungkinan memakai opsi militer untuk menguasai Pulau Greenland, yang mempunyai pemerintahan sendiri di bawah Kerajaan Denmark.
Marks mengutip laporan media AS bahwa Trump telah menerima pengarahan tentang kemungkinan serangan taktis yang menargetkan anggota aparat keamanan Iran yang terlibat dalam penindasan terhadap para demonstran.
Trump juga mempertimbangkan penggunaan senjata siber rahasia, pemberlakuan sanksi baru, dan penguatan kampanye elektronik yang menentang rezim tersebut.
Pilihan-pilihan ini, menurut surat kabar tersebut, didasarkan pada perkiraan di Washington yang melihat bahwa rezim agama "radikal" di Iran menghadapi tantangan paling serius bagi kelangsungan hidupnya selama bertahun-tahun.

1 month ago
19















































