Pantas Harga Bawang Putih Makin Tinggi, Ternyata Ada Hal Aneh Ini

1 week ago 11

Bogor, CNBC Indonesia - Harga bawang putih di berbagai daerah, termasuk DKI Jakarta, Banten, Bogor, dan Tangerang, masih melambung tinggi di atas Rp50.000 per kg. Padahal, harga acuan penjualan (HAP) batas atas bawang putih yang ditetapkan pemerintah yakni Rp38.000 per kg.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso pun mengakui persoalan utama dari meroketnya harga bawang putih di pasaran karena realisasi impor yang masih belum maksimal. Anehnya, hal ini terjadi ketika pemerintah sudah menerbitkan semua Persetujuan Impor (PI) untuk kuota tahun 2025.

Artinya, persoalan tersendatnya impor bukan lagi seperti kejadian sebelum-sebelumnya, di mana izin menjadi biang kerok. 

"Ya ini beberapa, memang kita push terus untuk Realisasi impornya, sama kemudian yang sudah masuk, sudah didistribusikan. Kita hampir setiap Jumat rapat dengan mereka, untuk memperlancar pasokan sampai ke daerah-daerah," kata Budi saat ditemui di Pasar Kebon Kembang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/3/2025).

Meskipun realisasi impor bawang putih saat ini tersendat, Budi menegaskan, bukan berarti impor tidak dilakukan. Melainkan memang karena prosesnya membutuhkan waktu.

"Realisasinya terus bertambah. Jadi mudah-mudahan segera normal kembali," ucapnya.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan menambahkan hal senada.

"Realisasi impornya masih kurang banyak, jadi otomatis mempengaruhi harga di dalam negeri," jelas Iqbal dalam kesempatan yang sama.

Meski begitu, Iqbal meminta masyarakat untuk tidak panik. "Konsumsi bawang putih di rumah tangga nggak begitu banyak dibanding bawang merah. Jadi masyarakat tidak perlu waspada," imbuh dia.

Kemendag Panggil Importir, Ada Masalah Apa Sebenarnya?

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Isy Karim mengaku sudah memanggil para importir untuk mempercepat realisasi impor dan distribusi bawang putih ke pasar.

"Minggu kemarin kita panggil, kita kasih target, dan mereka sudah kami minta untuk segera merealisasikan impornya," tegas Isy.

Namun, ketika ditanya kapan tepatnya realisasi impor bisa normal, jawabannya masih menggantung. "Secepatnya, disesuaikan dengan kemampuan mereka," katanya.

Isy menilai, lambatnya realisasi impor bawang putih salah satu faktornya karena banyak dari importir tersebut merupakan pelaku importir baru, sehingga mereka disebut-sebut masih belum mendapatkan pemasok dari China, yang menjadi sumber utama impor bawang putih Indonesia.

Sebelumnya, Staf Ahli Menteri Perdagangan Tommy Andana mengungkapkan, banyak importir masih menunda impor bawang putih dengan berbagai alasan. Hal ini berdampak langsung pada ketersediaan stok di pasaran, sehingga harga pun terus melambung.

"Banyak importir belum melakukan realisasi karena mereka masih dalam posisi 'wait and see'. Ini disebabkan adanya kebijakan penyaluran bawang putih untuk operasi pasar menjelang puasa dan Lebaran," ungkap Tommy dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (24/3/2025).

Selain itu, importir juga mengeluhkan adanya kendala pengiriman dari negara asalnya, yakni China, serta dampak tingginya kurs rupiah terhadap dolar AS.

"Kalau kita tanya, jawabannya masih mengambang. Ada yang bilang karena cuaca, ada juga yang mengeluhkan kendala pengiriman dari China. Selain itu, tingginya nilai tukar rupiah terhadap dolar juga menjadi faktor yang membuat importir berpikir ulang," jelasnya.

Padahal, total alokasi impor bawang putih tahun 2025 mencapai 226.101 ton dengan 39 PI (Persetujuan Impor) telah diterbitkan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Namun, lanjut dia, realisasinya hingga saat ini baru mencapai 15,61%.

"Ini sangat disayangkan. Kami sudah memanggil seluruh pemegang PI untuk segera merealisasikan impornya dan mendistribusikannya. Bahkan, kami sudah menyurati mereka dan menekankan agar segera menindaklanjutinya," tegas dia.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melakukan sidak di Pasar Kebon Kembang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/3/2025). (CNBC Indonesia/Martya)Foto: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melakukan sidak di Pasar Kebon Kembang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/3/2025). (CNBC Indonesia/Martya)
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melakukan sidak di Pasar Kebon Kembang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/3/2025). (CNBC Indonesia/Martya)


(dce)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Jalur Darat, Laut, Udara Mulai Ramai Pemudik Sejak H-7 Lebaran

Next Article Gokil! RI Impor Bawang Putih Rp7 Triliun Lebih, dari Jerman Segini

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|