Pelukis Kibar Lunas Utang Rp400 Juta, Sertifikat Tanah Kembali

5 hours ago 3

Pelukis Kibar Lunas Utang Rp400 Juta, Sertifikat Tanah Kembali Suhardiyono (76), atau yang akrab disapa Kibar bersama salah satu lukisannya - Tangkapan layar Instagram

Harianjogja.com, SLEMAN—Air mata kebahagiaan tak terbendung dari Suhardiyono (76), atau yang akrab disapa Kibar, setelah berhasil melunasi utang bank sebesar Rp400 juta.

Momen haru itu dibagikan melalui akun Instagram pribadinya pada 29 April 2026, memperlihatkan ekspresi lega setelah perjuangan panjang yang akhirnya membuahkan hasil.

“Wah plong luar biasa senang, sangat senang banget. Luar biasa atas berkat doa dari kawan-kawan semuanya,” ujar Kibar dalam video tersebut.

Perjuangan Jual Lukisan Demi Lunas Utang

Pelunasan ini bukan proses instan. Kibar sebelumnya harus menghadapi total kewajiban hingga Rp556 juta, termasuk pokok utang bank sebesar Rp400 juta. Untuk menutup utang tersebut, ia menjual puluhan lukisan—mulai dari karya dengan harga terjangkau hingga bernilai tinggi.

Upaya itu menjadi bukti bahwa ketekunan dan konsistensi dalam berkarya mampu menjadi jalan keluar dari tekanan finansial yang berat, bahkan di usia senja.

Dukungan Pembeli dan Dermawan

Dalam unggahannya, Kibar mengungkapkan rasa terima kasih kepada para pembeli yang berperan besar dalam pelunasan utangnya.

“Terima kasih terbesar saya tentunya untuk saudara yang telah membeli lukisan saya. Yang pertama adalah Mas Gibran dan Mas Yuda. Dan dua lagi sosok yang meminta untuk tidak diungkapkan,” ujarnya.

Selain nama yang disebut, terdapat pula dermawan lain yang memilih anonim, namun kontribusinya tetap menjadi bagian penting dari kisah ini.

Sertifikat Tanah Akhirnya Kembali

Pada 29 April 2026, sertifikat tanah yang sebelumnya diagunkan ke bank resmi kembali ke tangan Kibar.

Hal ini menandai tidak hanya bebasnya ia dari utang, tetapi juga kembalinya aset berharga yang sempat terancam hilang.

Kisah Kibar menjadi pengingat bahwa harapan selalu ada, bahkan di usia lanjut. Dukungan sosial, kerja keras, dan keteguhan hati menjadi kunci dalam menghadapi tekanan hidup.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada warganet yang memberikan dukungan moral melalui media sosial, mulai dari doa hingga berbagi cerita.

Kini, lukisan-lukisan Kibar bukan lagi sekadar karya seni, melainkan simbol perjuangan yang mengantarkannya pada kebebasan finansial dan ketenangan hidup.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|