Jakarta, CNBC Indonesia - Rumania, salah satu negara Eropa, telah melakukan pemangkasan biaya pemerintah untuk mengekang defisit anggaran dan mencegah penurunan peringkat ekonomi. Namun situasi ini menyebabkan reaksi sosial.
Bahkan hal ini membahayakan pemerintah. Langkah tersebut berisiko meningkatkan dukungan ke oposisi, kandidat sayap kanan pro-Moskow, dalam pemilihan presiden ulang bulan Mei mendatang.
Melansir Reuters Jumat (28/2/2025), beberapa pekerja yang terkena dampak pemotongan anggaran pemerintah, yang mencakup pembekuan gaji dan pensiun sektor publik, mengatakan eksekutif sebenarnya tak melakukan apapun. Tindakan efisiensi yang dilakukan hanya "mengulang" hal yang sama.
"Semua tindakan ini diambil terhadap kami. Selalu begitu," kata Maxim Liceanu (49), seorang pegawai di perusahaan kereta api negara CFR Calatori, yang menghentikan sekitar 240 layanan pada Januari, termasuk banyak jalur komuter ke ibu kota Bukares.
Subsidi perjalanan untuk pelajar juga dibatasi. Sementara pemotongan upah lembur yang lebih tinggi telah memangkas pendapatan bulanan mekanik kereta api Danut Stoica sekitar seperlima.
Di tempat lain pekerja jaringan listrik mengancam akan mogok. Ini akan mereka lakukan Maret karena pemotongan gaji.
"Kami lebih baik tinggal di rumah daripada memenuhi jadwal kami," kata warga Stoica (54) di Bukares.
Sebenarnya, lembaga pemeringkat Fitch menggarisbawahi akan ada pertumbuhan yang lebih lemah di Rumania. Ini akan diikuti guncangan politik dalam negeri.
Beberapa investor pun memberikan kritik soal pembatalan pemilu yang membuat risiko. Perlu diketahui, kemenangan Calin Georgescu dalam pemilihan umum bulan Desember dibatalkan karena dugaan campur tangan Rusia, meski ia mengungguli semua kandidat di negeri anggota Uni Eropa dan NATO itu.
Georgescu memperoleh 22,94% suara, mengalahkan kandidat sayap kiri liberal Elena Lasconi, yang memperoleh 19,18%. Namun pengadilan menganulir kemenangan Georgescu menjelang pemungutan suara putaran kedua, dengan mengutip klausul dalam undang-undang negara yang menekankan perlunya memastikan kebenaran dan legalitas pemilihan umum, dengan peradilan mengumumkan bahwa pemilihan umum akan dilakukan kembali di kemudian hari.
Georgescu sendiri sempat mengklaim bahwa NATO menggunakan Rumania sebagai "pintu untuk perang," yang bertujuan untuk melancarkan serangan besar ke Rusia. Ia telah menyuarakan kekhawatirannya atas penumpukan militer di Pangkalan Udara Mihail Kogalniceanu (MK), fasilitas NATO terbesar di dekat Laut Hitam.
Perekonomian Rumania melambat tajam tahun lalu meskipun terjadi lonjakan belanja pra-pemilu. Tarif AS terhadap Eropa dapat semakin menghambat pertumbuhan, menantang asumsi pemerintah sebesar 2,5% yang mendukung upaya pengurangan defisitnya.
(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:
Video: DPR Panggil Menteri Untuk Sahkan Revisi Anggaran Pascablokir
Next Article Video : Nato Gunakan Rumania Sebagai Pintu Perang