Pemkot Bandung Kaji Waktu WFH Satu Kali Sepekan dan PJJ untuk Anak sekolah

5 hours ago 2

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemkot Bandung tengah mengkaji waktu pelaksanaan work from home (WFH) satu kali sepekan yang direncanakan pemerintah pusat demi menghemat BBM. Mereka pun masih menunggu petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan dari pemerintah pusat.

"Kami masih menunggu juklak dan juknisnya," ucap Wali Kota Bandung Muhammad Farhan belum lama ini di Terminal Leuwipanjang.

Ia menuturkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyarankan WFH dilaksanakan setiap Kamis sedangkan pemerintah pusat menyarankan Jumat. Karena itu, pihaknya masih melakukan kajian waktu pelaksanaan apabila WFH dilaksanakan.

Selain itu, pihaknya juga tengah mempertimbangkan apakah sekolah dapat menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). "Kami masih melihat situasi, termasuk mempertimbangkan apakah sekolah perlu menerapkan PJJ," kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah memastikan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) mulai diterapkan setelah Lebaran sebagai upaya penghematan energi di tengah kenaikan harga minyak dunia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan ini berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN) dan diimbau pula untuk sektor swasta. “(Aturan) WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan, untuk ASN maupun imbauan untuk swasta. Namun, tidak berlaku bagi sektor pelayanan publik,” ujar Airlangga usai Sholat Idul Fitri di Jakarta, Sabtu (21/3/2026).

Airlangga menegaskan kebijakan WFH hanya akan berlaku satu hari dalam sepekan. Ia menambahkan pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan implementasi berjalan efektif.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|