Israel Bunuh Belasan di Gaza, Ibu yang Tengah Mengandung Anak Kembar Ikut Syahid

1 hour ago 3

Warga melakukan shalat jenazah untuk ibu hamil dan dua anaknya yang syahid akibat serangan Israel di utara Gaza pada Sabtu (25/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Serangan-serangan yang dilakukan Israel kian brutal di tengah klaim berjalannya gencatan senjata. Akhir pekan lalu, militer Israel membunuh seorang ibu yang sedang mengandung anak kembar beserta dua anaknya.

Kementerian Kesehatan Gaza mengumumkan pada Sabtu, 25 April, bahwa 17 warga Palestina syahid termasuk 13 orang dalam 24 jam terakhir. Sementara 32 lainnya terluka dalam 48 jam sebelumnya ketika serangan Israel terus berlanjut di Jalur Gaza, Quds News Network melaporkan.

Di Kompleks Medis Nasser, sumber-sumber medis mengkonfirmasi bahwa lima warga Palestina syahid pada Jumat setelah serangan pesawat tak berawak Israel menargetkan kendaraan polisi di daerah Mawasi di Khan Younis, yang digambarkan oleh pemerintah setempat sebagai penargetan baru terhadap struktur sipil dan keamanan.

Di Gaza utara, dua anggota keluarga Al-Tanani, seorang ibu dan anaknya, syahid ketika artileri Israel menembaki rumah mereka di dekat Rumah Sakit Kamal Adwan. Beberapa orang lainnya terluka dan diangkut untuk mendapatkan perawatan ketika penembakan terus berlanjut di daerah sekitar rumah sakit.

Warga pada hari Sabtu menguburkan seorang wanita hamil anak kembar dan dua anaknya yang syahid dalam serangan itu. Khalid Al-Tanani, dari Beit Lahiya, mengenang serangan yang menewaskan istri dan dua dari empat anaknya di Jalur Gaza utara itu.

"Dengan serangan pertama, Alhamdulillah kami semua selamat dan saling berseru. Kemudian mereka menembakkan peluru kedua, ketiga, dan keempat satu demi satu. Suara mereka terdiam. Saya masuk ke dalam dan menemukan istri saya, Islam Al-Tanani, syahid, dan putra saya, Hamzah, dan Naya dalam pelukan ibunya. Saya menemukan mereka syahid." Anak-anak tersebut berusia 4 dan 13 tahun.

Saudara kembar Hamzah yang berusia 13 tahun selamat, bersama dengan anak lainnya dari pasangan tersebut. Al-Tanani mengatakan mereka baru saja mulai membicarakan tentang pengumpulan perlengkapan bayi dan pakaian untuk si kembar.

Dalam laporan statistik hariannya, kementerian mengatakan sejumlah korban masih terjebak di bawah reruntuhan atau tergeletak di jalanan, karena tim ambulans dan pertahanan sipil tidak dapat menjangkau mereka karena pemboman yang terus berlanjut dan kondisi lapangan yang berbahaya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|