Pemudik Padati Jogja, Malioboro Jadi Magnet Utama

4 hours ago 1

Pemudik Padati Jogja, Malioboro Jadi Magnet Utama Kusir menyiapkan andongnya di Malioboro. - Harian Jogja/Alfi Annissa Karin

Harianjogja.com, JOGJA--Lonjakan arus kendaraan dan kunjungan wisatawan ke wilayah DIY mencapai puncaknya pada Selasa (18/3/2026). Data Jogja Smart Province menunjukkan DIY masih menjadi magnet utama kunjungan wiatawan, dengan jumlah kendaraan masuk yang melampaui kendaraan keluar.
Berdasarkan data dari Jogja Smart Province, laporan arus lalu lintas dan pergerakan masyarakat H+6, total kendaraan masuk ke wilayah DIY tercatat mencapai 190.465 unit. Sementara kendaraan keluar DIY mencapai 164.052 unit. Pintu masuk terpadat berada di Simpang Tempel dengan 42.242 kendaraan, disusul Simpang Kikis mencapai 38.501 kendaraan dan Prambanan 23.348 kendaraan. Puncak arus terjadi pada pukul 17.00–18.00 WIB dengan 17.221 kendaraan masuk dalam satu jam.
Kepadatan juga terjadi di Kota Jogja. Volume kendaraan yang masuk ke Kota Jogja mencapai 69.236 unit, dengan Simpang Kyai Mojo menjadi titik tersibuk dengan 43.482 kendaraan. Waktu puncak kepadatan tercatat pada sore hari sekitar pukul 17.00–18.00 WIB. Sementara itu, kawasan Malioboro masih menjadi pusat keramaian dengan total kunjungan mencapai 52.295 orang dalam satu hari.
Kapolresta Jogja, Kombes Pol Eva Guna Pandia menyampaikan puncak arus mudik terjadi pada hari keenam ini, berdasarkan tren pergerakan penumpang. Data sementara hingga Rabu pukul 19.00 WIB mencatat jumlah keberangkatan penumpang di Kota Jogja mencapai 11.244 orang.
Sementara itu, puncak kedatangan pascalebaran diprediksi terjadi pada 22 Maret 2026 dengan estimasi 10.379 penumpang. Adapun puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 29 Maret 2026 dengan jumlah sekitar 7.497 penumpang. “Angka tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan di lapangan,” katanya, Rabu (18/3/2026).
Ia menuturkan kunjungan ke Kota Jogja sebagian besar dilakukan menggunakan kereta api. Dia menuturkan aktivitas di Stasiun Yogyakarta tercatat cukup tinggi dengan total 270 perjalanan kereta api per hari untuk kedatangan dan keberangkatan.
Kepolisian bersama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja dan DIY juga mengoptimalkan sistem informasi parkir melalui aplikasi. Sistem ini menyediakan barcode di berbagai titik kota yang dapat diakses wisatawan untuk mengetahui 18 lokasi parkir resmi yang telah disiapkan.
“Langkah tersebut diharapkan mampu meminimalisir kepadatan dan keluhan masyarakat,” katanya.
Dia pun mendorong peran masyarakat melalui Jaga Warga untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama momen Lebaran.
“Mereka membantu mengamankan lingkungan permukiman, terutama rumah yang ditinggal mudik, memberikan informasi dini terkait potensi gangguan kamtibmas, hingga terlibat dalam pengamanan di pos-pos terpadu,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|