Pensiunan Ini Rugi Rp14,2 Miliar Gara-Gara Penipuan Berkedok Kripto

12 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang pensiunan berusia 66 tahun di Hong Kong menelan kerugian besar setelah menjadi korban penipuan investasi kripto. Adapun total kerugian mencapai HKD 6,6 juta atau sekitar Rp 14,2 miliar (Asumsi kurs Rp 2.165/HKD).

Melansir Cryptonews, unit CyberDefender kepolisian Hong Kong mengungkapkan pada 20 Maret 2026, korban pertama kali dihubungi oleh seseorang melalui WhatsApp pada September 2025 yang mengaku sebagai "pakar investasi mata uang virtual".

Pelaku menawarkan keuntungan stabil jika korban mengikuti arahannnya. Tergiur, korban mentransfer dana sekitar US$180.000 serta menyetorkan aset kripto ke dompet yang dikendalikan pelaku. Namun, setelah dana dikirim, pelaku langsung menghilang.

Tak berhenti di situ,korban yang belum menerima kerugian tersebut kemudian mencari bantuan lain di internet. Ia kembali menemukan sosok yang mengaku sebagai "pakar kripto" dan menjanjikan bisa membantu mengembalikan dana yang hilang.

Alih-alih mendapatkan kembali uangnya, korban justru diminta membayar "deposit keamanan" sebesar US$ 75.000. Setelah dana dikirim, pelaku kedua juga menghilang tanpa jejak.

Kasus ini menunjukkan bagaimana penipu dapat mendaur ulang korban yang sama melalui skema berturut-turut yang dimulai dengan tawaran "keuntungan terjamin" dan meningkat menjadi tawaran untuk memulihkan dana yang telah dicuri.

"Hidup tidak memiliki kesempatan kedua; tetapi penipuan dapat memiliki kesempatan ketiga," tulis tim CyberDefender dalam unggahan dikutip Senin (23/3/2026).

Tim CyberDefender, memperingatkan bahwa para profesional sejati tidak mengandalkan pendekatan acak dan bahwa frasa seperti "pengembalian terjamin" dan "informasi rahasia" adalah tanda bahaya klasik.

(ayh/ayh)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|