Asap mengepul menyusul serangan udara Israel di Dahieh, di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, 11 Maret 2026.
REPUBLIKA.CO.ID,YERUSALEM – Pengeluaran militer Israel dalam 20 hari pertama perang melawan Iran mencapai sekitar 6,4 miliar dolar AS (Rp 108,3 triliun), demikian dilaporkan harian Haaretz dengan mengutip sumber anonim. Surat kabar tersebut menyebutkan, pengeluaran harian rata-rata mencapai sekitar satu miliar shekel (sekitar 320 juta dolar AS/Rp 5,4 triliun) selama periode tersebut.
Total anggaran yang dialokasikan untuk mengelola perang ini mencapai sekitar 39 miliar shekel (sekitar 12,5 miliar dolar AS/Rp 211,5 triliun). Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa tingkat pengeluaran saat ini memungkinkan proyeksi mengenai lamanya kampanye militer berlangsung.
Militer Israel dilaporkan tengah bersiap mengajukan tambahan anggaran, menurut laporan tersebut.
Pemerintah Israel pada Ahad telah menyetujui alokasi anggaran darurat sebesar 825 juta dolar AS (Rp 13,9 triliun) untuk pengadaan "kebutuhan keamanan mendesak" di tengah laporan meningkatnya kekurangan rudal pencegat.
Tel Aviv diperkirakan akan merevisi rencana belanja 2026 guna mendanai pembelian tersebut, demikian dilaporkan Channel 12 Israel.
Angka-angka ini menambah gambaran mengenai besarnya dampak finansial konflik tersebut. Amerika Serikat telah menghabiskan sekitar 12 miliar dolar AS sejak dimulainya operasi militer, kata penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett pada Ahad.
Pentagon secara terpisah juga telah meminta Gedung Putih menyetujui paket pendanaan tambahan lebih dari 200 miliar dolar AS untuk diajukan ke Kongres.
Serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari dan dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.300 orang sejauh ini, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
sumber : Anadolu/AP

5 hours ago
4














































