Jumali Rabu, 27 Mei 2026 00:37 WIB

Aksi The Jakmania saat mendukung Persija / Antara-Rosa Panggabean
Harianjogja.com, JOGJA—Persija Jakarta resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Mauricio Souza setelah kompetisi Super League 2025/2026 berakhir. Keputusan ini diambil manajemen klub karena target juara yang telah disepakati sejak awal musim tidak tercapai.
Selama musim berjalan, Persija hanya mampu finis di peringkat ketiga klasemen akhir, berada di bawah Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda. Meski gagal meraih gelar, performa tim di bawah arahan pelatih asal Brasil tersebut dinilai tetap menunjukkan peningkatan signifikan.
Manajemen Persija tetap memberikan apresiasi atas kontribusi Mauricio Souza. Klub menyebut sang pelatih berhasil membangun identitas permainan yang lebih agresif dan konsisten sepanjang musim kompetisi.
Di bawah kepemimpinannya, Persija Jakarta mengoleksi 71 poin, menjadi capaian tertinggi klub dalam satu dekade terakhir. Catatan tersebut diraih melalui 22 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 7 kekalahan selama musim berlangsung.
Tidak hanya pelatih kepala, Persija juga melakukan perpisahan dengan sejumlah staf kepelatihan. Lima staf turut meninggalkan klub, yakni Italo Bartole Resende (asisten pelatih), Vitor Branco da Cruz (pelatih fisik), Gerson Rodrigues Rios (pelatih kiper), Caio Araujo (analis), serta Claudio Luzardi (interpreter).
Direktur Persija, Mohamad Prapanca, menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap capaian tim. Ia menegaskan bahwa meskipun Mauricio Souza berhasil membentuk karakter permainan yang kuat, target utama klub tetap tidak terpenuhi.
Prapanca juga menyampaikan apresiasi dan harapan terbaik bagi Mauricio Souza serta seluruh stafnya untuk karier ke depan. Ia menambahkan bahwa manajemen sudah mulai melakukan komunikasi dengan beberapa kandidat pelatih baru untuk mengisi posisi yang ditinggalkan.
“Sebagai penggantinya, kami sudah menjalin komunikasi dengan kandidat pelatih baru. Dalam waktu dekat, kami akan menentukan sosok yang paling tepat untuk membawa Persija meraih juara pada musim 2026/2027," katanya dikutip dari laman resmi klub,
Persija tetap menaruh harapan besar agar pergantian nakhoda ini dapat membawa kembali kejayaan bagi tim serta menjadikan skuad lebih siap dalam perebutan gelar juara liga pada musim mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































