Pertamina Minta Warga Awasi Penyaluran Pertalite dan Biosolar

9 hours ago 7

Newswire

Newswire Jum'at, 11 September 2026 07:57 WIB

Pertamina Minta Warga Awasi Penyaluran Pertalite dan Biosolar

Ilustrasi pasokan BBM/ Ist

Harianjogja.com, CILACAP— Pertamina Patra Niaga mengajak masyarakat ikut mengawasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, terutama Pertalite dan biosolar, di tengah kendala distribusi akibat kondisi sungai yang surut di Kalimantan.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan masyarakat perlu menggunakan BBM secara bijak sekaligus menghindari praktik pembelian berulang untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

“Harapannya, kita sama-sama mengawasi. Menggunakan BBM secara bijak, hemat,” ujar Roberth ketika ditemui di sela-sela temu media di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis.

Pernyataan tersebut disampaikan terkait penyaluran BBM yang terkendala kondisi sungai surut di Kalimantan. Roberth meminta masyarakat tidak memanfaatkan jalur sungai yang mengering untuk kepentingan pribadi.

“Jangan memanfaatkan dengan misalnya, jalur sungainya kering, kemudian terjadi pembelian berulang di SPBU, kemudian dijual kembali dengan harga mahal,” ucap Roberth.

Menurut Roberth, praktik tersebut sangat disayangkan Pertamina. Masyarakat telah menghadapi kondisi El Nino dan membutuhkan energi, tetapi justru dipersulit oleh oknum yang memanfaatkan situasi.

“Ini kami sangat menyayangkan, bagaimana masyarakat sudah berhadapan dengan El Nino, mereka butuh energi, tapi kemudian ada pihak-pihak yang justru memanfaatkan,” ujar Roberth.

Sungai Surut Ganggu Pengiriman BBM

Roberth menjelaskan keringnya sungai akibat kemarau ekstrem merupakan force majeure atau kondisi kahar. Kondisi tersebut berdampak terhadap pengiriman BBM yang biasanya dilakukan menggunakan jalur kapal.

Karena sungai surut di Kalimantan, Pertamina kemudian mengalihkan penyaluran BBM menggunakan mobil tangki.

“Kami harus melakukan yang namanya contingency plan. Yang sebelumnya disalurkan melalui kapal, maka harus disalurkan melalui mobil tangki,” ujar Roberth.

Debit air Sungai Kapuas di Kalimantan Barat mengalami penyusutan drastis dan mengering di beberapa titik akibat musim kemarau panjang.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengidentifikasi kelangkaan BBM di Kalimantan disebabkan sungai yang surut sehingga menghambat kapal distribusi energi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan persoalan tersebut telah dimitigasi dengan memperbanyak truk pengiriman BBM melalui jalur darat.

Namun, Laode mengakui volume angkut truk pengiriman BBM tidak sebesar angkutan melalui sungai.

Kilang Cilacap Disiapkan Jadi Green Refinery

Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga memproyeksikan Kilang Cilacap menjadi proyek green refinery pertama di Indonesia yang difokuskan untuk memproduksi bahan bakar ramah lingkungan dalam skala besar.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan pengembangan tersebut berkaitan dengan upaya membangun keberlanjutan sekaligus ketahanan energi.

“Bagi kami, keberlanjutan dan ketahanan energi bukan dua hal yang berjalan sendiri-sendiri. Keduanya perlu dibangun secara bersamaan,” ujar Kitty Andhora di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis.

Dengan pengembangan tersebut, Kilang Cilacap berperan strategis dalam memperkuat kemandirian Energi Hijau dan Sustainable Aviation Fuel (SAF) Nasional.

Pemanfaatan bahan baku Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah dalam pengembangan SAF juga membuka peluang agar sumber daya yang sebelumnya menjadi limbah dapat masuk ke dalam rantai nilai energi.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya mendorong penerapan prinsip ekonomi sirkular sekaligus menghadirkan alternatif bahan bakar penerbangan yang lebih berkelanjutan.

Menurut Kitty, pengembangan SAF merupakan bagian dari perjalanan Pertamina Patra Niaga menghadirkan produk dan layanan energi yang relevan dengan perkembangan industri, termasuk kebutuhan sektor penerbangan terhadap bahan bakar yang lebih berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|