Pesawat Intelijen AS Mengudara di Langit Kuba, Pentagon Bungkam

4 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Amerika Serikat meningkatkan aktivitas penerbangan intelijen militer di dekat wilayah Kuba dalam beberapa bulan terakhir, di tengah memanasnya retorika Presiden AS Donald Trump terhadap Havana.

Laporan media Amerika pada Senin (11/5/2026) menyebut Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS telah melakukan sedikitnya 25 penerbangan pengintaian sejak 4 Februari 2026. Operasi itu berlangsung di sekitar Havana dan Santiago de Cuba, bahkan beberapa pesawat dilaporkan terbang dalam jarak sekitar 64 kilometer dari garis pantai Kuba.

Berdasarkan analisis data penerbangan publik dari FlightRadar24 dan ADS-B Exchange, misi tersebut melibatkan pesawat patroli maritim P-8A Poseidon, pesawat intelijen sinyal RC-135V Rivet Joint, hingga drone pengintai MQ-4C Triton.

Lonjakan aktivitas itu tidak lazim, baik dari sisi frekuensi maupun kedekatan operasi dengan wilayah Kuba. Sebelum Februari, penerbangan militer AS yang dapat dilacak publik di kawasan tersebut relatif jarang terjadi.

Peningkatan operasi pengawasan itu terjadi setelah Trump memperkeras tekanan terhadap Kuba. Pada Januari lalu, Trump membagikan ulang unggahan kontributor Fox News Marc Thiessen yang menyebut Trump akan mengunjungi “Havana yang bebas” sebelum akhir masa jabatannya.

Tak lama setelah itu, pemerintahan Trump memperketat tekanan ekonomi terhadap Kuba, termasuk melalui blokade minyak dan sanksi baru terhadap sejumlah entitas ekonomi utama di negara tersebut.

Pekan lalu, Washington kembali menjatuhkan sanksi terhadap konglomerasi bisnis militer Kuba GAESA serta perusahaan patungan pertambangan Kuba-Kanada dengan alasan mengancam keamanan nasional dan kebijakan luar negeri AS.

Pola serupa sebelumnya muncul menjelang operasi militer AS di Venezuela dan Iran, ketika peningkatan retorika politik Washington diikuti lonjakan penerbangan pengawasan militer yang terlihat publik.

Pentagon menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut. Pemerintah Kuba juga belum memberikan tanggapan resmi.

Intelijen Sebelum Tekanan

Dalam sejarah geopolitik modern, pesawat pengintai sering kali menjadi tanda pertama sebelum sebuah krisis diumumkan secara resmi. Aktivitas itu tampak teknis dan rutin di permukaan, tetapi dalam banyak kasus menjadi bagian awal dari tekanan strategis yang lebih besar.

Lonjakan penerbangan intelijen Amerika Serikat di dekat Kuba dalam beberapa bulan terakhir memunculkan pola yang mengingatkan pada sejumlah operasi Washington sebelumnya. Peningkatan aktivitas pengawasan militer AS di sekitar Havana dan Santiago de Cuba terjadi bersamaan dengan mengerasnya retorika Presiden Donald Trump terhadap pemerintahan Kuba.

sumber : Xinhua

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|