REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, –
Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menggelar kajian Islam sebagai upaya memperkuat peran Muslimah dalam membentuk keluarga tangguh. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Agung Makassar pada Jumat ini diikuti oleh kader PKK serta perwakilan berbagai organisasi perempuan se-Kota Makassar.
Ketua Bidang I TP PKK Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, menegaskan bahwa peran kader TP PKK tidak hanya terbatas pada lingkungan keluarga masing-masing. Para kader juga memiliki tanggung jawab untuk mengajak dan mendorong masyarakat di sekitarnya agar bersama-sama membangun keluarga yang tangguh dan sejahtera.
"Ibu-ibu TP PKK Kota Makassar, tugas kita ini berat. Bukan hanya bagaimana membentuk keluarga kita sendiri, tetapi kita juga bertugas mengajak seluruh masyarakat di sekitar kita untuk berperan dalam membentuk keluarga yang tangguh dan sejahtera," ujar Kamelia.
Ruang Pembelajaran Bersama
Mengusung tema "Peran Muslimah dalam Mewujudkan Keluarga Tangguh dan Berkarakter", kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Pokja I TP PKK Kota Makassar. Kamelia menyebut kajian ini menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memperkuat kapasitas sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan para peserta.
"Alhamdulillah, hari ini kita sama-sama belajar. Di sinilah tempat kita belajar. Tidak ada yang merasa paling pintar atau paling bagus. Kita memang perlu sama-sama belajar, baik untuk peningkatan kapasitas maupun peningkatan iman kita," katanya.
Ia berharap materi yang disampaikan dalam kajian dapat memberikan manfaat dan menjadi bekal bagi para peserta dalam menjalankan peran, baik sebagai ibu, istri, maupun bagian dari masyarakat.
Kunci Keluarga Tangguh dan Berkarakter
Kajian tersebut menghadirkan Ustadz Musaffir Arif sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, ia membahas hal penting mengenai peran dan tanggung jawab Muslimah dalam membangun keluarga yang tangguh, berkarakter, serta berlandaskan nilai-nilai keimanan.
Ia menjelaskan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam menentukan kualitas kehidupan seseorang. Keberhasilan dalam membangun keluarga tidak hanya diukur dari aspek duniawi, tetapi juga dari keberhasilan mencapai kehidupan yang diridhai Allah SWT.
Ustadz Musaffir menekankan bahwa keberhasilan hakiki membutuhkan pribadi yang tangguh dalam berjuang serta memiliki karakter yang teguh dalam kebaikan. "Hal tersebut dapat dibangun melalui keimanan yang dilandasi ilmu, nasihat, keteladanan yang baik, kesabaran, serta doa dan tawakal kepada Allah SWT," katanya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 hours ago
3












































