Polisi Buka Blokade, Seluruh Massa Aksi Mundur Teratur

5 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Massa aksi mahasiswa dan masyarakat sipil akhirnya mundur secara teratur setelah aparat kepolisian membuka blokade di Jalan MH Thamrin, tepatnya di depan Gedung UOB, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026) malam.

Pantauan Republika, polisi membuka blokade sekitar pukul 20.13 WIB. Pada saat yang sama, personel TNI yang sebelumnya berjaga di lokasi mulai meninggalkan titik pengamanan. Setelah blokade dibuka, aparat kepolisian meminta massa aksi untuk membubarkan diri.

Massa aksi sempat menolak dan mencoba kembali bergerak maju. Mereka juga meminta adanya pertemuan dengan perwakilan pemerintah maupun DPR untuk menyampaikan tuntutan secara langsung.

Namun, setelah terjadi diskusi antara perwakilan massa dan Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, peserta aksi akhirnya sepakat untuk mengakhiri demonstrasi dan mundur dari lokasi secara bertahap.

Saat proses pembubaran berlangsung, jumlah mahasiswa yang masih bertahan di lokasi sudah jauh berkurang. Bahkan, sejumlah mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) telah lebih dahulu meninggalkan lokasi sekitar pukul 18.30 WIB. Selain itu, massa yang masih bertahan di lokasi mayoritas tidak lagi mengenakan almamater kampus. Mereka tampak mengenakan jaket ojek online maupun kaos biasa, sementara perwakilan mahasiswa yang memakai almamater sudah tidak terlihat di area aksi.

Meski massa belum sepenuhnya bubar, kondisi di sekitar lokasi aksi berangsur kondusif. Aparat kepolisian tetap berjaga untuk mengamankan proses pembubaran sekaligus mengawal massa yang melakukan walk out dari area demonstrasi sekitar pukul 20.36 WIB. Mereka juga membersihkan sampah yang berada di jalanan bekas aksi massa.

Ketegangan sempat muncul ketika aparat TNI dan polisi terus mengadang massa aksi untuk bergerak ke kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Polisi mengeluarkan barier besi ke arah massa aksi. Massa aksi kemudian mendorong barier besi tersebut.

Alhasil, sempat terjadi aksi saling dorong antara polisi dan massa aksi. Sejumlah orang juga sempat melemparkan bekas botol air mineral ke arah polisi.

Meski demikian, ketegangan itu tidak berlangsung lama. Kondisi kembali kondusif di lapangan. Namun, massa masih terus bertahan di lapangan. Mereka tetap hendak melanjutkan tujuan untuk melakukan aksi di kawasan Bundaran HI. 

Diketahui, aksi yang diinisiasi BEM UI dijadwalkan berlangsung pada pukul 13.00 di kawasan Bundaran HI. Dalam aksi itu, terdapat lima poin yang menjadi tuntutan mahasiswa, yaitu setop pemborosan APBN, turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, hentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, hentikan militerisme di ranah sipil, dan meminta Prabowo berhenti mengelak serta mengakui kesalahannya.

Namun, perjalanan mahasiswa menuju lokasi aksi mendapatkan pengadangan dari aparat kepolisian. Rombongan mahasiswa itu sempat mendapatkan pengadangan di kawasan Semanggi pada Jumat siang. Para mahasiswa diarahkan melakukan aksi di depan Gedung DPR. 

Setelahnya, mahasiswa melakukan long march untuk menuju kawasan Bundaran HI. Namun, mereka kembali mendapatkan pengadangan oleh aparat polisi dan TNI di Jalan MH Thamrin, tepatnya di depan Gedung UOB.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|