Ketua Umum PPP, Mardiono (memukul gong) tanda dibukanya Muscab se-DIY, Sabtu (25/4/2026). Harian Jogja - Khairul Ma'arif
Harianjogja.com, KULONPROGO—Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tingkat kabupaten/kota se‑Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi dibuka di Kabupaten Kulonprogo, Sabtu (25/4/2026). Agenda ini menjadi kelanjutan proses konsolidasi partai pasca Musyawarah Wilayah (Muswil) dan dimaknai sebagai langkah penting untuk memperkuat soliditas internal menjelang sejumlah agenda politik mendatang.
Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono, membuka langsung Muscab tersebut dan menekankan harapannya agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, kondusif, dan tidak memicu perpecahan. Ia menilai Muscab bukan sekadar forum administrasi, melainkan momentum krusial untuk memperkuat konsolidasi partai di tingkat daerah dalam bingkai persatuan nasional.
“Saya berharap Muscab serentak se‑DIY ini berjalan dengan baik walaupun ada kompetisi, tetapi tidak boleh jadi ajang perpecahan. Melainkan sebagai penguatan untuk konsolidasi nasional, khususnya DIY,” ujar Mardiono kepada wartawan, Sabtu (25/4/2026).
Menurut Mardiono, dinamika kompetisi dalam Muscab merupakan hal yang wajar dalam kehidupan organisasi politik. Namun, perbedaan pandangan atau kepentingan yang muncul harapannya tidak berkembang menjadi konflik berkelanjutan yang merusak kesatuan internal PPP. Ia juga menegaskan bahwa PPP merupakan partai yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, dan perpindahan kader antarpartai adalah fenomena yang tak terelakkan serta dilindungi oleh undang‑undang. “Tujuan akhir perjuangan politik PPP adalah untuk kepentingan rakyat,” tegas Mardiono.
Di sisi lain, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP DIY, Muhammad Yazid, menilai kehadiran ketua umum pada pembukaan Muscab menjadi momentum strategis bagi kader di daerah. Ia memastikan bahwa jajaran PPP di DIY tetap komitmen menjalankan arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP yang ditetapkan dalam rangkaian muktamar dan musyawarah wilayah sebelumnya.
Yazid menjelaskan bahwa Muscab di DIY tidak hanya dipahami sebagai agenda rutin pembentukan kepengurusan baru di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC), tetapi juga sebagai forum penting untuk merumuskan program strategis partai dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
“Melainkan momen krusial untuk merumuskan program strategis jangka pendek dan panjang. Kami pastikan persiapan Muscab seluruh wilayah di DIY sudah matang. Setelah Kulonprogo, maraton Muscab berlanjut ke Gunungkidul, Sleman, Bantul, dan puncaknya di Kota Yogyakarta,” ucap Yazid.
Ia menambahkan, Muscab harus dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi kinerja partai dan penyusunan rekomendasi politik, baik untuk kepentingan regional maupun nasional. Proses refleksi dan evaluasi tersebut, lanjut Yazid, telah dilakukan di tingkat DPC sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029. “Muscab memiliki peran strategis untuk perjalanan partai ke depan,” tandasnya.
Pembukaan Muscab PPP tingkat kabupaten/kota se‑DIY dipusatkan di Kulonprogo dan turut dihadiri para perwakilan partai politik lain sebagai bentuk sinergi antar‑elemen bangsa dalam memperkuat budaya demokrasi di daerah. Momentum ini juga menjadi bagian dari upaya konsolidasi PPP DIY untuk memperkuat struktur organisasi, menyusun langkah politik jangka pendek, sekaligus menyiapkan kader dan basis pemilih menjelang kontestasi Pemilu 2029 mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































