Pramono Minta Tindak Nakes DKI yang Ikut Cibir Pasien BPJS Meninggal

2 hours ago 5

Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS Kesehatan yang dicibir dokter, dilaporkan meninggal dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI memberikan peringatan kepada tenaga kesehatan (nakes) yang ikut mencibir keluhan Yurizal Tri Chaerawan di media sosial (medsos). Dari laporan, ada nakes di DKI Jakarta yang ikut memberikan komentar negatif terhadap pasien pengguna BPJS Kesehatan tersebut.

Pramono mengaku mengikuti kasus yang ramai di media sosial (medsos) Threads itu. Dia pun menyayangkan adanya komentar negatif terhadap pasien yang mengeluh karena belum dapat ruangan setelah menunggu selama sekitar delapan jam di rumah sakit.

"Memang saya melihat itu dan saya akan minta kepada Dinas Kesehatan untuk memberikan peringatan bagi siapa pun yang melakukan tindakan kecibiran terhadap siapa pun yang menggunakan BPJS Kesehatan. Karena BPJS Kesehatan ini dilindungi oleh undang-undang," kata Pramono di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026).

Dia menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sangat fokus terhadap layanan kesehatan dan pendidikan. Karena itu, ia ingin setiap nakes di Jakarta memiliki empati kepada pasien, termasuk pasien yang mengeluhkan pelayanan kesehatan.

"Maka untuk itu, saya akan segera minta kepada Ibu Kepala Dinas Kesehatan dan juga Bu Premi (Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta) untuk mempelajari ini dan mengambil tindakan dan mengingatkan siapa pun yang melakukan tindakan ini," ujar Pramono.

Sebelumnya, informasi mengenai Yurizal Tri Chaerawan yang meninggal dunia pada 31 Juli 2026, menjadi sorotan publik di medsos. Pasalnya, beberapa hari lalu pasien itu sempat mengeluhkan tidak mendapatkan ruangan di rumah sakit setelah menunggu selama 8 jam. 

Keluhan yang disampaikannya melalui akun Threads @yurizaltrich pada 22 Juli 2026 itu sempat mendapatkan respons dari warganet lainnya. Alih-alih mendapatkan dukungan, ketika itu banyak pihak yang justru menyalahkannya, termasuk dari sejumlah akun yang diketahui belakangan merupakan tenaga kesehatan (nakes).

Komentar dari para nakes itu dinilai banyak pihak sebagai bentuk nirempati terhadap pasien. Terlebih, belakangan pasien pengguna BPJS Kesehatan itu diketahui meninggal dunia sekitar sepekan setelah menyampaikan keluhannya di medsos.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|