Profil Delapan Anggota Dewan Energi Nasional yang Dilantik Prabowo

4 hours ago 2

Profil Delapan Anggota Dewan Energi Nasional yang Dilantik Prabowo Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dilantik sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional bersama tujuh menteri lainnya sebagai anggota di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026). (ANTARA - YouTube Sekretariat Presiden)

Harianjogja.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik delapan anggota Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2026–2030 dari unsur pemangku kepentingan dalam prosesi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Pelantikan tersebut melengkapi struktur kepemimpinan DEN yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo sebagai Ketua Dewan Energi Nasional, dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjabat sebagai Wakil Ketua.

Keanggotaan DEN terbagi dalam dua unsur utama, yakni unsur pemerintah dan unsur pemangku kepentingan. Dari unsur pemerintah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengemban peran sebagai Ketua Harian DEN.

Selain Bahlil, jajaran pemerintah yang menjadi anggota DEN mencakup Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Turut bergabung pula Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, serta Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

Sementara itu, delapan anggota dari unsur pemangku kepentingan berasal dari lima kalangan, yakni akademisi, industri, teknologi, lingkungan hidup, dan konsumen.

Dari kalangan akademisi, Presiden melantik Dr Ir Johni Jonatan Numberi dan Dr Mohamad Fadhil Hasan. Johni Jonatan Numberi merupakan akademisi asal Sorong, Papua Barat Daya, yang dikenal aktif mengembangkan perspektif energi kawasan Indonesia Timur. Ia saat ini menjabat sebagai Koordinator Wilayah Papua Persatuan Insinyur Indonesia periode 2024–2027 serta pengurus Forum Dekan Teknik Indonesia periode 2023–2027.

Sementara Dr Mohamad Fadhil Hasan adalah pakar ekonomi asal Bogor, Jawa Barat, dengan keahlian di bidang ekonomi pertanian dan kebijakan pembangunan. Ia pernah mengikuti pelatihan profesional di Harvard Institute for International Development serta Economic Institute di Amerika Serikat. Fadhil juga pernah menjadi tim ahli Wakil Presiden Ma’ruf Amin periode 2019–2021 dan kini dikenal sebagai pendiri sekaligus Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).

Dari unsur industri, dua anggota DEN yang dilantik yakni Dr Ir Satya Widya Yudha dan Dr Ir Sripeni Inten Cahyani. Satya Widya Yudha merupakan pakar energi sekaligus politisi senior kelahiran Kediri tahun 1961 yang pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI selama dua periode serta Wakil Ketua Komisi I dan Komisi VII DPR RI.

Sebelum berkiprah di parlemen, Satya memiliki pengalaman panjang sebagai eksekutif global di sektor minyak dan gas bumi.

Adapun Sripeni Inten Cahyani menjadi satu-satunya perempuan di jajaran anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan. Eksekutif senior kelahiran Pati, Jawa Tengah, tahun 1968 ini pernah menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri ESDM periode 2020–2024 serta terlibat aktif dalam perumusan kebijakan energi baru terbarukan dan ketenagalistrikan. Ia juga memiliki pengalaman korporasi, antara lain sebagai Komisaris Utama PT Pupuk Kujang dan Direktur Pengadaan Strategis PT PLN (Persero).

Dari kalangan teknologi, Presiden melantik Dr Ir Unggul Priyanto yang dikenal sebagai pakar teknologi energi dengan latar belakang akademik lintas negara. Ia meraih gelar Doktor Material dari Kyushu University Jepang, Magister Teknik Kimia dari University of Leeds Inggris, serta Sarjana Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung.

Unggul Priyanto pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) periode 2014–2019.

Untuk unsur lingkungan hidup, DEN diisi oleh Dr Ir Saleh Abdurrahman. Ahli pengelolaan sumber daya alam kelahiran Ampenan, Lombok, Nusa Tenggara Barat, tahun 1963 ini meraih gelar doktor dari Institut Pertanian Bogor. Ia pernah menjadi Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi periode 2021–2025 serta aktif di berbagai organisasi energi biomassa dan energi terbarukan.

Sementara dari kalangan konsumen, Presiden melantik Dr Muhammad Kholid Syeirazi dan Dr Ir Surono.

Muhammad Kholid Syeirazi merupakan akademisi Universitas Indonesia kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah, tahun 1979, yang fokus pada kebijakan publik dan ketahanan energi nasional, khususnya tata kelola minyak dan gas bumi.

Adapun Surono adalah pakar geofisika dan mitigasi bencana kelahiran Sidareja, Jawa Tengah, tahun 1955. Ia menempuh pendidikan doktoral di Prancis dan mendedikasikan kariernya di sektor energi serta kebencanaan. Surono juga pernah menjadi perwakilan tetap Indonesia di Asosiasi Internasional Vulkanologi dan Kimia Interior Bumi periode 2006–2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|