Pelatihan psikotes siswa kelas XII SMKN 39 Jakarta.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Para siswa kelas XII SMKN 39 Jakarta mengikuti latihan psikotes yang digelar Fakultas Psikologi Universitas YARSI sebagai bagian Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Kegiatan yang berlangsung pada Mei 2026 lalu itu, berangkat dari fakta berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mencatatkan angka tertinggi sebesar 9,01 persen, mengungguli lulusan SMA (7,05 persen) dan perguruan tinggi (5,25 persen).
Penyelenggara kegiatan sekaligus Dosen Fakultas Psikologi Universitas YARSI, Fitri Arlinkasari, PhD Psikolog, menjelaskan persoalan utama lulusan SMK umumnya bukan terletak pada keterampilan teknis (hard skills), melainkan pada tahapan seleksi masuk dunia kerja.
"Ketika kami berdiskusi dengan pihak sekolah, pola yang muncul menunjukkan jumlah alumni yang langsung bekerja masih di bawah sepuluh orang per angkatan,” kata dia dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Padahal, kata dia, sekolah terakreditasi A dan memiliki mitra industri. Kendalanya adalah siswa kerap gugur di awal karena belum terbiasa menghadapi psikotes dan tes kepribadian sebagai gerbang pertama rekrutmen perusahaan formal.
Oleh karena itu, kata dia, intervensi yang dilakukan berfokus untuk menutup celah (gap) antara kompetensi teknis yang dimiliki siswa dengan kesiapan menghadapi mekanisme seleksi kerja.
Dia menjelaskan, kegiatan yang dibiayai melalui Hibah Internal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas YARSI Tahun Anggaran 2025/2026 ini diikuti oleh 51 siswa kelas XII (32 laki-laki dan 19 perempuan) yang diprioritaskan untuk langsung bekerja setelah lulus.
Pelaksanaannya melibatkan tim yang terdiri dari lima dosen, empat mahasiswa psikologi sebagai fasilitator dan tester, serta satu tenaga kependidikan.

3 hours ago
2












































