Ramai-ramai Ikut Aturan RI, Eropa Sampai Minta Warga Setor KTP

11 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Uni Eropa menyiapkan platform verifikasi usia untuk pembatasan pengguna platform online. Ini mengikuti sejumlah negara yang sudah meluncurkan aturan serupa, seperti Indonesia yang melarang penggunaan pada anak di bawah 16 tahun.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan aplikasi tersebut telah siap dan akan segera bisa digunakan.

"Kami bergerak maju dengan cepat dan tekad penuh dalam penegakan aturan Eropa kami. Kami meminta pertanggungjawaban platform daring yang tidak cukup melindungi anak-anak kami," jelasnya dikutip dari Reuters, Kamis (16/4/2026).

Aplikasi dapat digunakan pada smartphone dan komputer. Verifikasi dilakukan dengan mengunggah kartu identitas atau paspor milik pengguna.

Dia menyebut aplikasi verifikasi usia yang baru dibuat sebagai alat yang ampuh untuk perlindungan anak-anak.

"Kami akan memiliki toleransi nol pada perusahaan yang tidak menghormati hak anak-anak kami," ucap von der Leyen.

Namun, pejabat senior Komisi mengakui anak-anak bisa mengelabui sistem verifikasi usia Uni Eropa dengan menggunakan jaringan pribadi virtual atau VPN.

Menurut pejabat itu, aplikasi bukan sebagai pengawas orang di internet. Inisiatif itu digunakan untuk menghalangi paparan tidak sengaja pada anak.

Sejumlah negara di Eropa memang telah mempertimbangkan memiliki aturan sendiri untuk membatasi anak-anak bermain media sosial. Kekhawatiran akan dampak media sosial pada kesehatan dan keselamatan anak jadi latar belakang upaya tersebut.

Sebelumnya, Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang menggaungkan pembatasan akses media sosial untuk anak di bawah umur melalui PP Tunas yang diresmikan pada Maret 2025. Kendati demikian, Australia menjadi negara pertama yang secara tegas melarang penggunaan media sosial untuk anak di bawah 16 tahun sejak Desember 2025.

Indonesia kemudian turut menegaskan pelarangan akses media sosial untuk anak di bawah 16 tahun pada Maret 2026. Aturan serupa kemudian menjadi pembahasan di banyak negara, termasuk Malaysia, India, dan negara-negara Eropa.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|