REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Kematian ikan ‘keramat’ dewa di objek wisata Balong Girang, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, terus terjadi. Sejak pekan kemarin sampai hari ini, ikan dewa yang mati sudah mencapai ratusan ekor.
“Sudah 200 ekor (ikan dewa yang mati),” ujar Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan, Denny Rianto, Senin (2/2/2026).
Kematian ikan dewa itu mulai terjadi sejak Kamis (29/1/2026), dengan jumlah awal sekitar 14 ekor. Sejak saat itu, kematian ikan tersebut terus terjadi setiap harinya hingga kini sudah mencapai 200 ekor ikan yang mati.
Denny menjelaskan, terdapat indikasi penyakit pada ikan dewa yang mati. Beberapa ciri yang ditemukan di antaranya mulut ikan berwarna putih, adanya parasit cacing, serta dugaan perubahan suhu ekstrem.
Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar pun turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisinya sekaligus mengambil langkah penanganan cepat. “Sudah saya cek. Ini persoalan serius karena belum pernah terjadi kematian massal seperti ini,” kata Dian.
Dian pun langsung menghubungi dinas terkait dan menginstruksikan untuk segera menambah pompa air di balong tersebut. Hal itu untuk mencegah kematian ikan yang semakin meluas.
“Langkah cepat harus dilakukan. Jangan sampai jumlah ikan yang mati terus bertambah,” tegas Dian.
Menurutnya, penyebab pasti kematian ikan keramat masih dalam proses pendalaman. Selain faktor penyakit dan suhu, kemungkinan lain seperti kolam yang tidak dikuras dan kekurangan nutrisi.
Dian menegaskan, ikan keramat di Balong Cigugur bukan sekadar objek wisata. Namun juga merupakan simbol dan kebanggaan masyarakat Kuningan.
“Ikan ini adalah bagian dari simbol Kuningan, ikan yang tidak ditemukan di daerah lain. Saya sangat sedih dan menyesalkan kejadian seperti ini. Insya Allah langkah-langkah cepat akan segera ditangani,” ungkapnya.
Seperti diketahui, di kolam Balong Cigugur seluas 500 meter persegi, selama ini terdapat sekitar 1.000 ekor ikan dewa. Selain di Balong Cigugur, ikan yang juga dikenal dengan nama ikan kancra itu juga hidup di objek wisata Cibulan, Darmaloka di Kecamatan Darma, Linggarjati di Kecamatan Cilimus dan Pasawahan.
Ikan dewa memiliki bentuk kepala seperti ikan mas. Namun, postur tubuhnya memanjang mirip ikan Arwana.
Selama ini, ikan dewa dikeramatkan warga. Berdasarkan cerita turun temurun, ikan tersebut konon merupakan pasukan Prabu Siliwangi yang dikutuk karena tidak setia kepada sang raja Pajajaran tersebut.

2 hours ago
2
















































