Ratusan orang berunjuk rasa di pusat kota Madrid pada Sabtu (21/3/2026) untuk memprotes perang yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah. Aksi ini dipicu meningkatnya kekhawatiran publik terhadap eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. (REUTERS/Jon Nazca)
Para pengunjuk rasa membawa spanduk serta meneriakkan slogan-slogan yang menentang kebijakan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu. Mereka menyatakan kekhawatiran terhadap kondisi dunia saat ini dan menolak adanya invasi atau perluasan perang yang dinilai dapat memperburuk situasi global. (REUTERS/Jon Nazca)
Dalam pernyataannya, Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat tengah mempertimbangkan untuk “mengakhiri” operasi militernya terhadap Iran. Pernyataan tersebut muncul di tengah saling serang antara Iran dan Israel yang terjadi pada hari yang sama. (REUTERS/Jon Nazca)
Media Iran melaporkan bahwa fasilitas pengayaan nuklir di Natanz menjadi sasaran serangan. Serangan ini semakin mempertegang situasi di kawasan, yang dikhawatirkan dapat memicu konflik yang lebih luas di Timur Tengah. (REUTERS/Jon Nazca)
Sejak serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari, lebih dari 2.000 orang dilaporkan tewas di Iran. Di sisi lain, para pemilih di Amerika Serikat disebut semakin khawatir dengan tanda-tanda meluasnya perang, sehingga tekanan terhadap pemerintah untuk menghentikan konflik pun terus meningkat. (REUTERS/Jon Nazca)


















































